Kitab Mesjid Dan Lokasi Salat

1. Pembangunan Mesjid Nabawi

         Hadis riwayat Abu Zar, ia berkata:
Aku bertanya: Wahai Rasulullah, mesjid manakah yang pertama dibangun di muka bumi ini? Rasulullah menjawab: Masjidilharam. Aku bertanya: Kemudian mesjid mana? Beliau menjawab: Masjidilaksa. Aku bertanya: Berapakah jarak waktu antara keduanya? Beliau menjawab: Empat puluh tahun. Di mana saja datang waktu salat, maka salatlah, karena di situ juga mesjid. (Shahih Muslim No.808)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Al-Anshari, ia berkata:
Rasulullah bersabda: Aku diberi lima perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorang nabi sebelumku. Semua nabi sebelumku diutus hanya kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada semua manusia yang berkulit merah dan hitam. Dihalalkan bagiku harta rampasan perang yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Bumi diciptakan untukku dalam keadaan suci menyucikan dan sebagai mesjid. Barang siapa yang menemui waktu salat, maka salatlah di tempat ia berada. Aku diberi kemenangan dengan membuat takut musuh selama jarak perjalanan satu bulan. Dan aku juga diberi syafaat. (Shahih Muslim No.810)

         Hadis riwayat Abu Hurairah, ia berkata:
Bahwa Rasulullah bersabda: Aku diberi enam kelebihan atas para nabi, aku diberi kata singkat tapi kaya akan makna, aku diberi kemenangan dengan cara menakuti musuh, dihalalkan bagiku harta hasil rampasan perang, tanah dijadikan untukku dalam keadaan suci dan sebagai mesjid, aku diutus kepada segenap makhluk dan aku dijadikan sebagai penutup para nabi. (Shahih Muslim No.812)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tiba di Madinah. Beliau singgah di Madinah Atas, suatu daerah yang dikenal dengan Bani Amru bin Auf dan tinggal bersama mereka selama empat belas malam. (Suatu saat) beliau menyuruh untuk memanggil tokoh Bani Najar. Lalu mereka pun datang sambil menyandang pedangnya masing-masing. Nampaknya aku melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berada di atas hewan kendaraannya dan Abu Bakar membonceng di belakangnya dan tokoh-tokoh Bani Najar mengelilingi beliau sampai tiba di halaman rumah milik Abu Ayyub. Rasulullah selalu salat di mana saja waktu salat ditemuinya. Pernah beliau salat di kandang kambing. Kemudian beliau memerintahkan untuk membangun sebuah mesjid. Selanjutnya beliau memangil tokoh-tokoh Bani Najar, dan mereka pun datang. Beliau bersabda: Wahai Bani Najar, tentukan padaku harga kebun kalian ini. Mereka menjawab: Tidak, demi Allah. Kami tidak akan menuntut harganya kecuali kepada Allah. Anas Radhiyallahuanhu berkata lagi: Di kebun itu ada pohon kurma, kuburan orang-orang musyrik, dan puing-puing reruntuhan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. lantas memerintahkan untuk memotong pohon kurma, menggali kuburan orang-orang musyrik dan meratakan puing. Mereka mendirikan (bekas-bekas) pohon kurma sebagai petunjuk kiblat, dan membuat pintu gerbang dari sebuah batu besar. Mereka melakukan semua itu sambil menyanyikan lagu-lagu yang dapat membangkitkan semangat dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ikut bersama mereka. Mereka berkata: Ya Allah, sesungguhnya tidak ada kebaikan selain di akhirat, tolonglah orang-orang Ansar dan orang-orang muhajirin. (Shahih Muslim No.816)

2. Pemindahan kiblat dari Baitulmakdis ke Kakbah

         Hadis riwayat Barra bin Azib Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku pernah salat bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam. menghadap Baitulmakdis selama enam belas bulan sampai turun ayat dalam surat Al-Baqarah: Dan di mana saja engkau berada, palingkanlah wajahmu ke arahnya. Ayat tersebut turun sesudah Nabi Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat. Seorang sahabat bertolak dan menemui beberapa orang Ansar yang sedang salat. Lalu sahabat itu menceritakan apa yang terjadi, maka orang-orang Ansar itu memalingkan wajah mereka ke arah Kakbah. (Shahih Muslim No.818)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Ketika orang-orang sedang melakukan salat di Qubba, tiba-tiba datang orang yang membawa kabar bahwa semalam Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mendapat wahyu berupa perintah untuk menghadap Kakbah. Seketika itu mereka menghadap ke Kakbah. Sebelumnya mereka menghadap ke arah Syam, kemudian mereka berputar menghadap ke Kakbah. (Shahih Muslim No.820)

3. Larangan membangun mesjid di atas kuburan, larangan memasang gambar di dalam mesjid dan larangan menjadikan kuburan sebagai tempat salat

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Ummu Habibah Radhiyallahuanhu dan Ummu Salamah Radhiyallahuanhu menyebut-nyebut sebuah gereja yang pernah kami lihat di Habasyah yang penuh dengan gambar utusan Tuhan. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. lalu bersabda: Mereka itu mempunyai kebiasaan apabila ada orang saleh dari mereka meninggal dunia, maka mereka akan membangun sebuah mesjid di atas kuburnya dan menggambar beberapa gambar di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluk di sisi Allah pada hari kiamat. (Shahih Muslim No.822)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Pada saat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sakit dan tidak sanggup bangun, beliau bersabda: Allah mengutuk orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai tempat mesjid (tempat ibadah). (Shahih Muslim No.823)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Mudah-mudahan Allah memerangi orang-orang Yahudi yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. (Shahih Muslim No.824)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Tatkala ditimpa suatu musibah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. akan menampakkan rasa sedih pada roman wajahnya. Bila hatinya merasa sempit, akan tampak pada raut wajahnya. Beliau bersabda bersabda: Kutukan Allah atas orang-orang Yahudi dan orang-orang Kristen yang menjadikan kuburan nabi-nabi mereka sebagai mesjid. Beliau memperingatkan apa yang mereka perbuat tersebut. (Shahih Muslim No.826)

4. Keutamaan dan janji untuk orang yang membangun mesjid

         Hadis riwayat Usman bin Affan Radhiyallahuanhu:
Bahwa beliau meluruskan persoalan yang dibicarakan antara para sahabat ketika mesjid Nabawi telah dibangun: Kalian berlebih-lebihan, sesungguhnya aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang membangun sebuah mesjid karena Allah Taala. (Bukair berkata: Aku kira) beliau bersabda: Karena mengharap keridaan Allah, maka Allah akan membangun untuknya sebuah rumah di surga. (Shahih Muslim No.828)

5. Sunat meletakkan telapak tangan pada lutut ketika rukuk

         Hadis riwayat Saad bin Abu Waqash Radhiyallahuanhu:
Mushab bin Saad berkata: Aku salat di samping ayahku. Aku biarkan tanganku (terlepas) di depan lututku. Lalu ayah berkata: Tempelkan kedua telapak tanganmu di kedua lututmu. Kemudian aku melakukan hal itu sekali lagi. Ayah memukul tanganku seraya mengatakan: Kita dilarang melakukan itu (melepas tangan saat rukuk). Kita diperintah untuk menempelkan tangan kita pada lutut saat rukuk. (Shahih Muslim No.832)

6. Larangan berbicara saat salat dan penghapusan hukum boleh berbicara saat salat

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami mengucapkan salam kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. saat beliau sedang salat dan beliau menjawab salam kami. Ketika kami kembali dari negeri Najasyi, kami mengucapkan salam kepada beliau saat salat, tetapi kali ini beliau tidak menjawabnya. Lalu kami bertanya: Wahai Rasulullah, dahulu kami mengucapkan salam kepada baginda yang sedang salat. Rasulullah menjawab pertanyaan kami: Sesungguhnya dalam salat itu ada suatu kesibukan. (Shahih Muslim No.837)

         Hadis riwayat Zaid bin Arqam Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami pernah berbicara dalam salat. Seseorang berbicara dengan teman yang ada di sampingnya dalam salat. Hingga ketika turun ayat: Berdirilah untuk Allah dalam salatmu dengan khusyuk. Kami diperintahkan diam dan dilarang berbicaRadhiyallahuanhu (Shahih Muslim No.838)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah mengutusnya dalam suatu keperluan. Kemudian aku menemui beliau sedang berjalan. (Qutaibah berkata: Beliau sedang salat). Aku ucapkan salam kepada beliau, namun beliau hanya memberikan isyarat. Selesai salat, beliau memanggilku dan bersabda: Ketika engkau mengucapkan salam tadi aku sedang salat. (Saat itu Rasulullah sedang salat menghadap ke arah timur). (Shahih Muslim No.839)

7. Boleh mengutuk setan, mohon perlindungan darinya di tengah salat dan boleh melakukan gerakan yang ringan dalam salat

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Kemarin jin Ifrit menggoda dalam salatku supaya aku lalai. Akan tetapi Allah berkenan membantuku berlindung darinya sehingga aku dapat mencekiknya. Aku ingin mengikatnya di sebuah dinding mesjid hingga kalian dapat melihatnya, kemudian aku ingat doa saudaraku, nabi Sulaiman as.: Tuhanku, ampunilah aku. Berikanlah aku suatu kekuasaan yang tidak layak bagi seorang pun sesudahku. Sehingga Allah mengusirnya dalam keadaan rugi. (Shahih Muslim No.842)

8. Boleh menggendong anak kecil dalam salat

         Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah salat sambil menggendong Umamah binti Zaenab binti Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Menurut keterangan Abul Ash bin Rabi`, apabila Rasulullah berdiri maka Umamah digendongnya dan jika sujud Umamah diletakkannya. (Shahih Muslim No.844)

9. Boleh berjalan satu atau dua langkah dalam salat

         Hadis riwayat Sahal bin Saad Radhiyallahuanhu:
Bahwa beberapa orang menemui Sahal bin Saad. Mereka berselisih mengenai jenis kayu mimbar Rasul. Lalu kataku (Sahal): Demi Allah saya benar-benar tahu jenis kayu mimbar itu dan siapa pembuatnya. Aku sempat melihat pertama kali Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. duduk di atas mimbar itu. Abu hazim berkata: Aku katakan kepada Abu Abbas: Ceritakanlah! Ia berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah mengutus seseorang kepada istri Abu Hazim. Abu Hazim berkata bahwa beliau pada hari itu akan memberi nama anaknya, beliau bersabda: Lihatlah anakmu yang berprofesi tukang kayu. Dia telah membuatkan aku sebuah tempat di mana aku berbicara di hadapan orang. Dia telah membuatnya tiga anak tangga. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menyuruh meletakkannya di tempat ini. Mimbar tersebut berasal dari kayu hutan. Aku sempat melihat Rasulullah berdiri di mimbar sambil membaca takbir yang diikuti oleh para sahabat. Setelah beberapa lama berada di atas mimbar, beliau turun mengundurkan diri lalu melakukan sujud di dasar mimbar. Kemudian beliau kembali hingga beliau selesai salat. Setelah itu beliau menghadap ke arah para sahabat dan bersabda: Wahai manusia, sesungguhnya tadi aku lakukan hal itu agar kalian mengikuti aku dan kalian dapat belajar tentang salatku. (Shahih Muslim No.847)

10. Makruh memegang lambung saat salat

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bahwa beliau melarang seseorang salat sambil memegang lambungnya erat-erat. (Shahih Muslim No.848)

11. Makruh mengusap kerikil dan meratakan pasir saat salat

         Hadis riwayat Muaiqib Radhiyallahuanhu:
Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah menjelaskan masalah mengusap kerikil kecil dalam mesjid dan bersabda: Jika engkau memang harus melakukannya, maka sekali saja. (Shahih Muslim No.849)

12. Larangan meludah dalam mesjid saat salat atau lainnya

         Hadis riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah melihat ludah di dinding kiblat, lalu beliau menggosoknya. Setelah itu beliau berpaling kepada para sahabat dan bersabda: Bila salah seorang dari kalian tengah melakukan salat, janganlah ia meludah ke arah depannya, karena sesungguhnya Allah berada di depannya saat ia sedang salat. (Shahih Muslim No.852)

         Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. melihat ingus di kiblat mesjid, lalu beliau menggosok (bersihkan) dengan batu kerikil. Setelah itu beliau melarang meludah ke kanan atau ke depannya. Tetapi memperbolehkan meludah ke kiri atau di bawah telapak kakinya yang sebelah kiri. (Shahih Muslim No.853)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah melihat ingus (ludah atau dahak) pada dinding kiblat, lalu beliau menggosoknya (membersihkannya). (Shahih Muslim No.854)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila salah seorang dari kalian sedang melakukan salat, maka sebenarnya ia sedang bermunajat kepada Tuhannya, oleh karena itu janganlah meludah ke depan atau ke kanannya, melainkan ke bawah telapak kaki kirinya. (Shahih Muslim No.856)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Membuang ingus di dalam mesjid adalah perbuatan dosa dan kafarat penebusnya adalah menimbunnya. (Shahih Muslim No.857)

13. Boleh mengenakan alas kaki atau sandal dalam salat

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Dari Said bin Yazid Al-Azdiyi, ia berkata: Aku bertanya kepada Anas bin Malik: Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah salat dengan mengenakan alas kaki? Anas menjawab: Pernah. (Shahih Muslim No.862)

14. Makruh mengenakan pakaian bergambar makhluk dalam salat

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah melakukan salat dengan mengenakan pakaian wol yang bergambar. Kemudian beliau bersabda: Aku merasa terganggu dengan gambar-gambar baju ini. Bawalah baju ini kepada Abu Jahem dan ambilkan untukku Pakaian biasa yang tidak bergambar. (Shahih Muslim No.863)

15. Salat saat makanan telah dihidangkan adalah makruh

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Apabila santapan malam telah dihidangkan dan salat telah siap dilaksanakan, maka makanlah terlebih dahulu. (Shahih Muslim No.866)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila santapan malam salah seorang dari kalian telah dihidangkan dan salat siap dilaksanakan, maka mulailah dengan makan terlebih dahulu. Dan janganlah ia tergesa-gesa hingga ia selesai menyantapnya. (Shahih Muslim No.868)

16. Larangan mendatangi mesjid dengan bau yang tidak enak seperti bau bawang atau makanan lainnya yang mempunyai bau tidak sedap

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dalam perang Khaibar pernah bersabda: Barang siapa makan buah ini (bawang putih), maka janganlah ia memasuki mesjid. (Shahih Muslim No.870)

         Hadis riwayat Anas Radhiyallahuanhu:
Bahwa Dia pernah ditanya tentang bawang putih. Anas menjawab: Sesungguhnya Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah bersabda: Barang siapa yang makan pohon ini (bawang putih), maka janganlah ia dekat-dekat kami dan jangan ia ikut salat bersama kami. (Shahih Muslim No.872)

         Hadis riwayat Jabir Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melarang makan bawang merah dan bawang bakung. Suatu saat kami butuh sekali sehingga kami memakannya. Beliau bersabda: Barang siapa yang makan pohon tidak sedap ini, janganlah ia mendekati mesjid kami. Sesungguhnya para malaikat akan merasa sakit (karena aromanya) seperti halnya manusia. (Shahih Muslim No.874)

         Hadis riwayat Umar bin Khathab Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku tidak pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tentang suatu masalah sebagaimana aku bertanya tentang Kalalah (yaitu seorang yang mati tanpa meninggalkan ayah atau anak), ia adalah suatu masalah yang selalu aku minta pertimbangan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Sungguh aku memang sangat menaruh perhatian besar terhadap masalah satu ini, sekalipun ada orang yang merasa tidak suka dan akan menancapkan jari-jarinya ke dadaku seraya berkata: Wahai Umar, tidakkah cukup bagimu ayat kemarau yang terdapat pada akhir surat An-Nisa? Sesungguhnya, bila aku masih diberi usia panjang, aku akan tetap mengadili berdasarkan Alquran. Aku akan berkata: Ya Allah, sesungguhnya aku minta Engkau menjadi saksi atas para pemimpin Mesir. Sesungguhnya aku mengutus mereka agar mereka dapat berlaku adil terhadap manusia, mengajarkan agama mereka dan sunah nabi mereka, Muhammad Shallallahu alaihi wassalam., membagi harta rampasan tanpa perang mereka dan mengadukan kepadaku masalah mereka yang pelik bagi mereka. Kemudian wahai manusia, sungguh kalian suka makan dua pohon yang menurutku adalah pohon yang jelek, yakni bawang merah dan bawang putih. Aku menyaksikan sendiri Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ketika mencium bau dua pohon itu dari seseorang di mesjid, beliau menyuruh orang itu keluar ke Baqi. Barang siapa yang ingin makan, maka hendaklah dimasak lebih dahulu. (Shahih Muslim No.879)

17. Lupa dalam salat dan sujud sahwi

         Hadis riwayat Abdullah bin Buhainah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. salat dua rakaat bersama kami, kemudian beliau bangkit dan tidak duduk. para sahabat lain pun ikut bangkit bersama beliau. Ketika beliau hendak menyelesaikan salatnya dan kami menunggu salamnya, beliau malah membaca takbir lalu melakukan sujud dua kali sedang beliau masih dalam keadaan duduk sebelum salam. Kemudian beliau salam. (Shahih Muslim No.885)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. salat (dan menurut Ibrahim, beliau terlebih atau kurang jumlah rakaat). Ketika selesai salam, ada yang berkata: Wahai Rasulullah, apakah telah terjadi sesuatu ketika baginda salat. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bertanya: Apa itu? Mereka menjawab: Baginda melakukan salat begini, begini. Seketika itu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melipatkan kedua kakinya dan menghadap kiblat, melakukan sujud dua kali dan salam. Kemudian beliau berpaling kepada kami seraya bersabda: Seandainya terjadi sesuatu dalam salat, maka aku akan menerangkannya kepadamu. Tetapi aku adalah manusia biasa yang dapat lupa seperti halnya engkau. Apabila aku lupa, maka ingatkanlah aku. Apabila salah seorang engkau merasa ragu-ragu dalam salatnya, maka berusahalah mencari dan meyakini yang benar, lalu sempurnakan. Selanjutnya hendaknya ia melakukan sujud dua kali. (Shahih Muslim No.889)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mengimami kami pada salat sore, Asar atau Zuhur. Pada rakaat kedua beliau telah salam. Kemudian beliau mendekati sebuah batang pohon di kiblat mesjid dan bersandar di sana. Di antara makmum terdapat Abu Bakar dan Umar. Namun keduanya tidak berani bicaRadhiyallahuanhu Sementara sahabat-sahabat lain cepat keluar karena salat amat pendek. Lalu berdirilah Dzul Yadain dan berkata: Wahai Rasulullah, apakah salat tadi diqasar atau baginda lupa? Sejenak Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. memandang Dzul Yadain lalu menengok kanan kiri dan bertanya: Apa yang ditanyakan Dzul Yadain? Sahabat-sahabat yang lain menjawab: Benar apa katanya. Anda hanya salat dua rakaat. Seketika Rasulullah bangun dan salat dua rakaat lalu salam. Beliau membaca takbir kemudian sujud. Membaca takbir lalu bangkit. Membaca takbir lagi dan sujud. Membaca takbir lalu bangkit. (Shahih Muslim No.896)

18. Sujud tilawah (sujud bacaan ayat sajadah)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Nabi Shallallahu alaihi wassalam. membaca Alquran, ketika bacaan beliau sampai pada ayat sajadah, beliau sujud dan kami pun ikut sujud, sampai-sampai sebagian di antara kami tidak dapat tempat untuk dahi mereka. (Shahih Muslim No.900)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bahwa beliau membaca surat An-Najm lalu sujud tilawah. Para sahabat yang salat bersamanya ikut sujud kecuali seorang yang sudah tua hanya mengambil segenggam batu kerikil atau tanah pasir lalu diusapkan pada dahi seraya berkata: Ini saja sudah cukup bagiku. (Shahih Muslim No.902)

         Hadis riwayat Zaid bin Tsabit Radhiyallahuanhu:
Dari Atha bin Yasar, bahwa ia bertanya kepada Zaid bin Tsabit tentang bacaan makmum bersama imam. Zaid menjawab: Tidak ada bacaan makmum bersama imam. Zaid meyakini bahwa dirinya pernah membaca surat An-Najm, Wan najmi idza hawa (demi bintang ketika terbenam) di depan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dan beliau tidak sujud tilawah. (Shahih Muslim No.903)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa Abu Hurairah pernah membaca surat Al-Insyiqaaq, idzas samaaun syaqqat (apabila langit terbelah) di depan sahabat lain, lalu ia sujud tilawah. Ketika selesai salat ia memberitahu para sahabat bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sujud pada ayat tersebut. (Shahih Muslim No.904)

19. Zikir sesudah salat

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami mengetahui salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. diakhiri dengan takbir. (Shahih Muslim No.917)

20. Sunat memohon perlindungan dari siksa kubur

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku. Keduanya berkata: Penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Aku pun menganggap keduanya tidak benar. Aku terlintas untuk membenarkan perkataan keduanya, kemudian keduanya keluar. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. datang menemuiku dan aku berkata: Wahai Rasulullah, dua orang nenek Yahudi Madinah datang kepadaku, mereka meyakini bahwa penghuni kubur akan disiksa di dalam kuburnya. Beliau menjawab: Mereka benar. Sesungguhnya penghuni kubur akan disiksa dengan siksaan yang dapat didengar oleh hewan ternak. Setelah itu aku lihat beliau selalu mohon perlindungan dari siksa kubur setiap salat. (Shahih Muslim No.922)

21. Hal-hal yang kita memohon perlindungan darinya di dalam salat

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. selalu memohon perlindungan dari fitnah Dajjal dalam salatnya. (Shahih Muslim No.923)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Bila salah seorang kalian sedang duduk tahiyat, hendaklah ia memohon perlindungan kepada Allah dari empat perkaRadhiyallahuanhu Lalu beliau berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa neraka Jahanam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian serta dari fitnah jahat Masih Dajjal. (Shahih Muslim No.924)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam.:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dalam salatnya berdoa: Ya Allah, sesungguhnya aku mohon perlindungan kepada-Mu dari siksa kubur. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah Masih Dajjal. Aku mohon perlindungan kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian. Ya Allah, aku mohon perlindungan kepada-Mu dari dosa dan utang. Seseorang berkata kepada beliau: Betapa seringnya baginda memohon perlindungan dari beban utang ya Rasulullah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menjawab: Sesungguhnya, seseorang bila utang, maka ia akan berbicara lalu bohong. Berjanji lalu ingkar. (Shahih Muslim No.925)

22. Sunat berzikir sesudah salat dan cara berzikir

         Hadis riwayat Mughirah bin Syu`bah Radhiyallahuanhu:
Dari Warrad, hamba Mughirah bin Syu`bah, ia berkata: Mughirah bin Syu`bah menulis surat kepada Muawiyah menjelaskan bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ketika selesai salat dan mengucapkan salam, beliau berdoa: Tidak ada Tuhan selain Allah yang tiada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kekuasaan dan segala puji. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu. Ya Allah, tidak akan ada yang dapat menghalangi apa yang Engkau berikan, tidak ada yang dapat memberi apa yang Engkau cegah dan tidak akan bermanfaat kekayaan seorang kaya kecuali atas kehendak-Mu. (Shahih Muslim No.933)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa fakir miskin Muhajirin datang menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dan berkata: Orang-orang kaya telah pergi dengan derajat yang tinggi dan nikmat yang kekal. Rasulullah bertanya: Apa itu gerangan? Mereka menjawab: Mereka salat seperti kami salat, mereka puasa seperti kami puasa. Tetapi mereka bersedekah sedang kami tidak sanggup, mereka mampu memerdekakan budak sementara kami tidak mampu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Maukah kalian aku ajarkan sesuatu yang dapat membuat kalian mengejar orang-orang yang mendahului kalian dan yang dapat membuat kalian mendahului orang-orang yang sesudah kalian? Tidak ada seorang pun di antara kalian yang lebih utama kecuali ia melakukan seperti yang engkau lakukan. Mereka menjawab: Tentu, ya Rasulullah. Rasulullah bersabda: Kalian baca tasbih (subhhaabnallah), takbir (Allahu akbar) dan tahmid (alhamdu lillah) setiap selesai salat sebanyak tiga puluh tiga kali. (Shahih Muslim No.936)

23. Lafal yang dibaca antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Ketika selesai takbir Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. diam sejenak sebelum membaca Al-Fatihah. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, demi Allah. Apa yang engkau katakan saat diam antara takbiratul ihram dan Al-Fatihah? Beliau menjawab: Yang aku baca: Ya Allah, pisahkanlah aku dan dosa-dosa seperti Engkau memisahkan timur dan barat. Ya Allah, bersihkanlah aku dari dosa seperti baju putih yang telah dibersihkan dari kotoran. Ya Allah, sucikanlah aku dari dosa dengan salju, air dan es. (Shahih Muslim No.940)

24. Sunat melakukan salat dengan tenang dan larangan salat dengan tergesa-gesa

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Jika salat telah dimulai, janganlah engkau mendatanginya dengan berlari. Datangilah dengan berjalan. Dan tenanglah. Salatlah rakaat yang engkau dapatkan (jamaah) dan sempurnakanlah rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.944)

         Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Tatkala kami sedang salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tiba-tiba beliau mendengar sebuah suara gaduh. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bertanya: Apa yang terjadi dengan kalian? Para sahabat menjawab: Kami tadi tergesa-gesa mengejar salat. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Jangan engkau berbuat demikian, apabila engkau mendatangi salat, maka engkau harus bersikap tenang. Salatlah pada rakaat yang engkau dapati dan sempurnakan rakaat yang terlambat. (Shahih Muslim No.948)

25. Bila saatnya orang berdiri untuk salat

         Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila salat telah diiqamati, janganlah engkau berdiri sebelum kalian melihatku. (Shahih Muslim No.949)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Ketika salat telah diiqamati. Kami berdiri dan meratakan barisan sebelum Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. hadir di antara kami. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. datang. Pada saat berdiri di tempat salatnya, sebelum bertakbir, beliau mengingatkan sesuatu, lalu pergi sambil bersabda: Tetaplah di tempat kalian. Kami tetap berdiri menanti beliau. Kemudian beliau datang, beliau mandi dan menyiram kepalanya dengan air. Setelah itu beliau takbir dan mengimami salat kami. (Shahih Muslim No.950)

         Hadis riwayat Jabir Samurah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Bilal selalu mengumandangkan azan ketika tergelincir matahari (Zuhur). Dia tidak mengumandangkan iqamat sebelum Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. datang. Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. datang, Bilal mengumandangkan iqamat. (Shahih Muslim No.953)

26. Siapa yang mendapat satu rakaat dalam salat berjamaah, maka ia telah mendapatkan salat jamaah

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang mendapat satu rakaat dalam salat bersama imam, maka ia telah mendapatkan salat jamaah. (Shahih Muslim No.954)

27. Waktu-waktu salat fardu

         Hadis riwayat Abu Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Jibril pernah turun waktu salat dan mengimami salatku. Aku pun salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian aku salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Kemudian salat bersamanya. Beliau menghitung lima kali salat dengan jari-jarinya. (Shahih Muslim No.959)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Nabi Shallallahu alaihi wassalam. salat Asar pada saat sinar matahari masuk menerangi kamarku dan bayangannya belum hilang. (Shahih Muslim No.961)

28. Sunat menangguhkan salat Zuhur ketika hari sangat panas

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila hari sangat panas, maka tangguhkanlah salat hingga dingin, karena sesungguhnya terik panas adalah sebagian dari didihan api neraka Jahanam. (Shahih Muslim No.972)

         Hadis riwayat Abu Zar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Seorang muazin Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mengumandangkan azan salat Zuhur. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tangguhkan, tangguhkan. (Atau) tunggu sebentar, tunggu sebentar. Lalu sabda beliau: Sesungguhnya panas yang menyengat adalah bagian dari didihan uap neraka Jahanam. Apabila hari sangat panas, tangguhkanlah salat sampai dingin. (Shahih Muslim No.976)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Neraka mengadu kepada Tuhannya. Kata neraka: Ya Tuhanku, sebagianku memakan sebagian yang lain. Allah lalu mengizinkan neraka untuk menghembuskan dua nafas, nafas pada musim dingin dan nafas pada musim panas. Nafas yang kedua adalah hawa paling panas yang biasa yang engkau rasakan. Nafas yang pertama adalah hawa paling dingin yang engkau rasakan. (Shahih Muslim No.977)

29. Sunat melakukan salat Zuhur tepat waktu ketika hari tidak terlalu panas

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami pernah salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. di hari yang sangat panas. Jika salah seorang kami tidak tahan meletakkan dahinya pada tanah, maka ia menggelar pakaiannya dan sujud di atasnya. (Shahih Muslim No.983)

30. Sunat salat Asar tepat pada waktu

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah melakukan salat Asar ketika matahari masih tinggi dan masih berwarna putih menyilaukan. Kemudian seseorang pergi ke desa sekitar Madinah dan ketika sampai di desa tersebut, matahari masih tinggi (belum sampai waktu Magrib). (Shahih Muslim No.984)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Umamah, bahwa ketika ia (Abu Umamah) baru selesai salat Zuhur, ia datang ke rumah Anas bin Malik di Basrah. Rumahnya di samping mesjid. Ketika kami masuk ke rumahnya, ia (Anas) bertanya: Apakah kalian sudah salat Asar? Kami menjawab: Kami baru saja salat Zuhur. Lalu Anas berkata: Kerjakanlah salat Asar. Maka kami pun melakukan salat. Ketika kami selesai salat, Anas berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Itulah salat orang munafik, ia duduk sambil menunggu matahari, sampai ketika matahari berada di dua tanduk setan (kiasan untuk dekatnya waktu terbenam matahari), ia bergegas bangkit dan salat (Asar) empat rakaat dengan cepat tanpa banyak mengingat Allah. (Shahih Muslim No.987)

         Hadis riwayat Rafi` bin Khadij Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami pernah salat Asar bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Kemudian unta sembelihan dipotong dan dibagi-bagi menjadi sepuluh bagian. Kemudian dimasak, lalu kami makan daging yang matang sebelum terbenam matahari. (Shahih Muslim No.990)

31. Ancaman keras dalam terlewatnya salat Asar

    * Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
      Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Orang yang terlewat salat Asar seolah-olah keluarga dan hartanya telah hilang darinya. (Shahih Muslim No.991)
    * Hadis riwayat Ali Radhiyallahuanhu, ia berkata:
      Pada hari perang Ahzab, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Mudah-mudahan Allah memenuhi kubur dan rumah mereka dengan api, sebagaimana mereka telah menahan dan membuat kami sibuk dari melaksanakan salat Asar hingga terbenam matahari. (Shahih Muslim No.993)

32. Dalil orang yang mengatakan bahwa salat wustha adalah salat Asar

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu:
Bahwa pada hari perang Khandaq, Umar bin Khathab mencaci kaum kafir Quraisy. Kata Umar: Wahai Rasulullah, demi Allah, hampir saja aku tidak dapat melakukan salat Asar ketika matahari hampir terbenam. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Demi Allah, jika engkau sudah salat Asar, kita akan singgah di Buth-han. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berwudu dan kami pun ikut berwudu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. kemudian salat Asar saat matahari sudah terbenam. Setelah itu beliau salat Magrib. (Shahih Muslim No.1000)

33. Keutamaan salat Subuh dan Asar serta upaya menjaganya

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Para malaikat datang berganti-gantian kepada kalian pada waktu malam dan siang hari. Mereka berkumpul saat salat Subuh dan Asar. Kemudian yang menjaga kalian di waktu malam naik. Kemudian Allah, Yang Maha Mengetahui urusan mereka, bertanya para malaikat tersebut: Bagaimanakah keadaan hamba-hamba-Ku ketika kalian tinggalkan? Mereka menjawab: Kami tinggalkan mereka ketika mereka sedang salat dan kami datang juga ketika mereka sedang salat. (Shahih Muslim No.1001)

         Hadis riwayat Jarir bin Abdullah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Ketika kami sedang duduk di sisi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., tiba-tiba beliau memandang bulan pada malam purnama dan bersabda: Sesungguhnya kalian akan melihat Tuhanmu seperti kalian melihat bulan itu, kalian tidak terhalang melihat-Nya. Apabila kalian mampu, jangan lalaikan salat sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, yaitu salat Asar dan Subuh. Kemudian Jarir membaca firman Allah: Dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu, sebelum terbit matahari dan sebelum terbenam. (Shahih Muslim No.1002)

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang mengerjakan salat Subuh dan Asar, maka ia akan masuk surga. (Shahih Muslim No.1005)

34. Penjelasan bahwa awal waktu Magrib adalah ketika terbenam matahari

         Hadis riwayat Salamah bin Akwa` Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat Magrib ketika matahari terbenam dan (atau) bersembunyi di balik tirai (kiasan yang berarti terbenam). (Shahih Muslim No.1006)

         Hadis riwayat Rafi` bin Khadij Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami salat Magrib bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Seseorang di antara kami meninggalkan tempat. Dan ia masih dapat melihat bekas telapak kakinya. (Shahih Muslim No.1007)

35. Waktu Isyak dan mengakhirkan salat Isyak

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, istri Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ia berkata
Pada suatu malam Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mengakhirkan salat Isyak hingga suasana gelap sekali. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. belum keluar (dari rumah untuk salat Isyak) sampai Umar bin Khathab berkata: Para wanita dan anak-anak sudah tidur. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. keluar kemudian beliau beliau bersabda kepada para sahabat yang ada di mesjid: Tidak ada seorang pun di antara penghuni bumi ini yang menunggunya selain kalian sebelum Islam tersiar di masyarakat. (Shahih Muslim No.1008)

         Hadis riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Suatu malam saya menanti Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. untuk melakukan salat Isyak yang diakhirkan. Kemudian beliau datang kepada kami ketika sepertiga malam atau lebih telah lewat. Kami tidak tahu apa yang membuatnya sibuk pada keluarganya atau lainnya. Ketika keluar beliau bersabda: Sesungguhnya engkau sedang menunggu suatu salat yang tidak pernah ditunggu oleh orang-orang pemeluk agama selain kalian. Sekiranya hal itu tidak memberatkan umatku, niscaya aku akan ajak mereka salat pada saat seperti ini. Lalu beliau menyuruh Muazin mengiqamati lalu salat. (Shahih Muslim No.1010)

         Hadis riwayat Anas Radhiyallahuanhu:
Dari Tsabit bahwa mereka (para sahabat) bertanya kepada Anas tentang cincin yang dikenakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Ia berkata: Pada suatu malam Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mengakhirkan salat Isyak hingga setengah malam atau bahkan lebih. Kemudian beliau datang dan bersabda: Sesungguhnya orang-orang setelah salat lantas tidur. Sementara kalian masih menunggu salat. Setelah itu kata Anas: Saya seolah-olah melihat cincin beliau yang terbuat dari perak begitu berkilat saat beliau mengangkat jari kelingking kirinya. (Shahih Muslim No.1012)

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku dan beberapa orang sahabat yang datang di perahu bersamaku singgah di wilayah Buth-han. Saat itu, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berada di Madinah. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menggilir beberapa orang dari mereka untuk salat Isyak. Kata Abu Musa: Saat itu aku dan beberapa orang sahabatku mendapati Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sedang disibukkan oleh urusannya. Jadi, beliau mengakhirkan salat sampai tengah malam. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. keluar dan salat bersama mereka. Selesai salat beliau bersabda kepada para sahabat: Tenanglah. Aku akan memberitahu dan memberikan kabar gembira kepada kalian bahwa di antara nikmat Allah yang diberikan kepada kalian ialah bahwa sesungguhnya tidak ada seorang manusia pun yang salat di saat seperti ini selain kalian atau (kata beliau) tidak ada seorang pun yang salat selain kalian. Kami tidak tahu kata yang mana yang beliau ucapkan. Abu Musa berkata: Lalu kami pulang dengan perasaan gembira karena berita yang kami dengar dari Rasulullah. (Shahih Muslim No.1014)

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Pada suatu malam Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mengakhirkan salat Isyak, hingga para sahabat tertidur lalu bangun, kemudian tertidur dan terbangun lagi. Umar datang dan berkata: Mari salat, lalu Atha berkata: Ibnu Abbas berkata: Nabi Shallallahu alaihi wassalam. lalu keluar, waktu itu aku melihat kepalanya masih meneteskan air dan beliau meletakkan tangannya pada sisi kepala. Beliau bersabda: Kalau saja hal itu tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintahkan mereka untuk melakukan salat Isyak pada waktu sekarang ini. Aku lalu meminta kejelasan Atha bagaimana Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. meletakkan tangannya di kepalanya sebagaimana yang diterangkan oleh Ibnu Abbas. Dan Atha pun mempraktekkannya. Mula-mula Atha merenggangkan sedikit jari-jarinya. Kemudian beliau meletakkan ujung-ujung jemarinya pada bagian tengah atau pusat kepala kemudian ia memutar-mutarkannya sampai ibu jarinya menyentuh ujung telinga dan bagian yang dekat wajahnya, kemudian terus ke bagian pelipis dan jenggotnya, tidak kurang dan tidak lebih sedikit pun. (Shahih Muslim No.1015)

36. Sunat melakukan salat subuh sedini mungkin dan menjelaskan kadar bacaannya

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa para wanita mukmin dahulu selalu salat Subuh bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam. Mereka kembali dengan menutupi tubuh mereka dengan pakaian wol sehingga tidak ada seorang pun yang mengenal mereka. (Shahih Muslim No.1020)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu:
Dari Muhammad bin Amru bin Hasan bin Ali, ia berkata: Ketika Hajjaj tiba di Madinah, kami bertanya kepada Jabir bin Abdullah. Dia menjawab: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menunaikan salat Zuhur di tengah siang hari yang sangat panas, salat Asar saat matahari masih nampak bersinar terang, salat Magrib saat matahari telah terbenam, salat Isyak kadang di akhirkan dan kadang di awal waktu. Apabila beliau melihat para sahabat telah berkumpul, beliau segera melaksanakan salat Isyak dan bila melihat mereka terlambat (kumpul) beliau mengakhirkannya. Nabi menunaikan salat Subuh pada dini hari. (Shahih Muslim No.1023)

         Hadis riwayat Abu Barzah Radhiyallahuanhu:
Dari Sayyar bin Salamah, ia berkata: Aku mendengar bapakku bertanya kepada Abu Barzah tentang salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Dia jawab: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tidak peduli kadang-kadang melakukan salat Isyak di tengah malam. Beliau tidak tidur sebelumnya dan tidak bercakap-cakap setelahnya. Syu`bah berkata: Kemudian aku menjumpainya dan aku menanyakannya. Dia menjawab: Beliau melakukan salat Zuhur saat matahari tergelincir (condong ke barat), salat Asar saat seseorang melakukan perjalanan ke batas kota Madinah sedang matahari masih bersinar terang. Mengenai salat Magrib, saya tidak mengerti waktu yang telah dijelaskannya. Pada kesempatan lain Abu Barzah mengatakan: Beliau melakukan salat Subuh saat hari masih reman-remang. Dan biasanya beliau membaca enam puluh sampai seratus ayat. (Shahih Muslim No.1024)

37. Keutamaan salat jamaah dan peringatan bagi yang meninggalkannya

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Salat berjamaah itu lebih utama bagian dari salat sendiri. (Shahih Muslim No.1034)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Salat berjamaah lebih utama dua puluh tujuh derajat dari salat sendiri. (Shahih Muslim No.1038)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. kehilangan beberapa orang sahabatnya dalam salat. Beliau bersabda: Sesungguhnya aku bermaksud menyuruh seseorang salat mengimami sahabat lainnya dan aku akan pergi menyusul beberapa orang yang enggan salat berjamaah. Aku menyuruh mereka untuk membakar rumahnya dengan kayu bakar. Bila salah seorang di antara mereka mengetahui bahwa ia akan mendapatkan seonggok daging yang gempal maka ia akan menghadiri salat Isyak berjamaah. (Shahih Muslim No.1040)

38. Boleh salat sunat berjamaah dan salat di atas tikar, sajadah kecil, kain dan alas-alas suci lainnya

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa neneknya, Mulaikah pernah mengundang Nabi Shallallahu alaihi wassalam. menikmati makanan yang dibuatnya. Lalu beliau memakannya, kemudian bersabda: Berdirilah kalian! Aku ingin salat bersama kalian. Anas bin Malik berkata: Aku mengambil tikar yang hitam karena sudah tua dan menyiramnya dengan air. Rasulullah berdiri di tikar itu sementara aku dan si yatim berbaris di belakang beliau dan nenek berada di belakang kami. Lalu Nabi Shallallahu alaihi wassalam. salat sunat dua rakaat bersama kami kemudian pergi. (Shahih Muslim No.1053)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. adalah manusia terbaik terbaik akhlaknya. Kadang-kadang waktu salat tiba saat beliau berada di rumah kami. Beliau menyuruh menggelar alas lalu menyapu dan menyiramnya. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menjadi imam dan kami berada di belakangnya dan beliau mengimami kami. Alas tersebut terbuat dari pelepah kurma. (Shahih Muslim No.1054)

         Hadis riwayat Anas Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Suatu hari Nabi Shallallahu alaihi wassalam. menemuiku. Saat itu aku sedang bersama ibuku dan Ummu Haram, bibiku. Beliau bersabda: Berdirilah kalian! Aku akan salat bersama kalian pada bukan waktu salat fardu. Maka beliau salat bersama kami. Seorang laki-laki bertanya: Di mana Anas Radhiyallahuanhu berdiri saat itu? Tsabit, yang ditanya menjawab: Anas berada di kanan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Kemudian beliau mendoakan kami, anggota keluarga agar memperoleh kebaikan dunia dan akhirat. Ibuku berkata: Wahai Rasulullah, berdoalah kepada Allah untuk pelayan kecil baginda itu (maksudnya Anas). Lalu beliau memohon semua kebaikan untukku dan pada akhir doa, beliau berdoa untukku: Ya Allah, banyakkanlah harta dan anaknya serta berikanlah keberkahan padanya. (Shahih Muslim No.1055)

39. Keutamaan memperbanyak langkah menuju mesjid

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Orang yang paling besar pahalanya dalam salat adalah orang yang paling jauh perjalanan kakinya dan yang lebih jauh lagi dan orang yang menanti salat sebelum ia salat berjamaah bersama imam akan mendapat pahala yang lebih besar dari orang yang salat kemudian tidur. (Shahih Muslim No.1064)

40. Langkah menuju salat akan menghapus kesalahan dan meninggikan derajat

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa ia mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apa pendapat kalian bila ada sungai di depan pintu rumah seorang di antara kalian dan ia mandi setiap hari di sana sebanyak lima kali. Apakah masih ada kotoran tersisa? Para sahabat menjawab: Tidak akan tersisa sedikit pun. Beliau bersabda: Begitulah perumpamaan salat lima waktu, dengan salat Allah akan menghapus segala kesalahan. (Shahih Muslim No.1071)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Barang siapa yang pergi siang atau malam hari ke mesjid, niscaya Allah akan menyediakan baginya di surga suatu tempat singgah setiap ia pergi pagi atau malam. (Shahih Muslim No.1073)

41. Orang yang lebih berhak menjadi imam salat

         Hadis riwayat Malik bin Huwairits Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Saat itu kami masih muda yang sepantaran. Aku tinggal di tempat beliau selama dua puluh malam. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. adalah seorang pemurah dan lembut. Beliau mengira kami rindu dengan keluarga, sehingga beliau bertanya kepada kami tentang keluarga yang kami tinggalkan. Kemudian kami menceritakannya kepada beliau. Lalu beliau bersabda: Kembalilah kalian kepada keluarga kalian. Tinggallah bersama mereka lalu ajarilah mereka serta suruhlah mereka. Bila tiba waktu salat, maka hendaklah salah seorang kalian mengumandangkan azan kemudian tunjuklah orang yang tertua di antara kalian untuk menjadi imam. (Shahih Muslim No.1080)

42. Sunat membaca qunut tiap salat saat kaum muslimin tertimpa musibah

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Setelah Rasulullah membaca Al-Fatihah, takbir dan mengangkat kepala, beliau mengucapkan: Semoga Allah menerima orang yang memuji-Nya. Ya Allah, Tuhan kami, milik-Mu-lah segala puji. Dan ketika berdiri (bangun dari rukuk berdiri), beliau berdoa: Ya Allah, selamatkanlah Walid bin Walid, Salamah bin Hisyam dan Ayyas bin Abu Rabiah serta orang-orang mukmin yang lemah. Ya Allah, perberatlah siksa-Mu atas Bani Mudhar. Timpakan siksaan itu atas mereka seperti Yusuf pernah menderita kesengsaraan. Ya Allah, kutuklah orang-orang suku Lihyan, suku Rilan, suku Dzakwan dan suku Ushaiyyah yang membangkang terhadap Allah dan Rasul-Nya. Kemudian aku dengar beliau meninggalkan hal itu sewaktu turun firman Allah: Tidak ada sedikit pun campur tanganmu dalam urusan mereka itu, baik Allah menerima tobat mereka atau menyiksa mereka. Karena sesungguhnya mereka itu orang-orang yang zalim. (Shahih Muslim No.1082)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa ia mendengar Abu Hurairah Radhiyallahuanhu berkata: Demi Allah, aku berusaha betul mendekati cara salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Abu Hurairah biasa membaca qunut pada salat Zuhur, Isyak yang diakhirkan dan salat Subuh serta mendoakan (dalam qunut) orang-orang mukmin dan mengutuk orang-orang kafir. (Shahih Muslim No.1084)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berdoa untuk kehancuran orang-orang yang telah membunuh para sahabat di Telaga Maunah sebanyak tiga puluh kali setiap Subuh. Beliau juga mendoakan untuk kehancuran Bani Ri`l, Bani Dzakwan, Bani Lihyan dan Bani Ushayyah serta orang yang mendustai Allah dan Rasul-Nya. (Shahih Muslim No.1085)

43. Mengganti salat yang ditinggalkan dan sunat mempercepat (pengganti) qada

         Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berkhutbah di hadapan kami, beliau bersabda: Sesungguhnya kalian akan menempuh perjalanan pada sore dan malam hari. Besok, jika Allah menghendaki kalian akan mendatangi air. Satu persatu para sahabat berangkat. Abu Qatadah berkata: Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berjalan terus hingga tengah malam dan aku berada di samping beliau, beliau mengantuk sehingga badannya agak miring dari tunggangan. Lalu aku dorong beliau tanpa membuatnya terbangun sehingga lurus kembali di atas hewan tunggangannya. Kemudian beliau meneruskan perjalanan hingga ketika tengah malam berlalu, tubuh beliau miring lagi dari hewan tunggangannya. Aku mendorongnya hingga lurus kembali tanpa membuatnya terbangun. Beliau terus berjalan hingga menjelang Subuh. Tubuhnya miring lagi, lebih miring dari sebelumnya dan hampir jatuh. Lalu aku dorong kembali, tetapi beliau mengangkat kepalanya, terbangun dan bersabda: Siapa ini? Aku menjawab: Abu Qatadah. Beliau bertanya: Sejak kapan engkau berjalan (dekat) denganku seperti ini? Aku menjawab: Sejak tadi malam. Beliau bersabda: Semoga Allah menjagamu karena engkau telah menjaga nabi-Nya. Kemudian beliau bertanya: Apakah engkau lihat aku tidak mengenal manusia? Apakah engkau melihat hal itu padaku? Aku menjawab: Ini seorang penunggang. Dan ini juga seorang penunggang lagi. Hingga kita tujuh orang berkumpul di dekat beliau. Kemudian beliau membelok dari jalan seraya meletakkan kepalanya (ingin tidur) dan berpesan: Bangunkanlah aku untuk salat. Ternyata orang yang bangun lebih awal adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ketika matahari sudah menerpa punggung beliau. Kami bangun dengan kaget (karena kesiangan). Kendarailah hewan tunggangan, kata Beliau, maka kami naik dan meneruskan perjalanan hingga ketika matahari sudah naik beliau turun. Kemudian beliau meminta tempat air yang ada padaku, di dalamnya ada sedikit air. Lalu Beliau berwudu secukupnya. Ada sisa air sedikit, kata Rasulullah kepada Abu Qatadah: Demi Allah, simpan tempat air itu. Nanti sisa air ini akan menjadi sebuah cerita menarik (karena cukup untuk wudu mereka). Kemudian Bilal mengumandangkan azan. Beliau melaksanakan salat sunat dua rakaat, setelah itu salat Subuh sebagaimana yang biasa beliau lakukan (ketika tepat waktu). Kami dan Rasulullah kembali menunggang. Kemudian kami saling berbisik: Apa kifarat yang harus kita lakukan atas kelalaian kita dalam salat? Bisik-bisik kami terdengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. lalu bersabda: Bukankah aku adalah panutan kalian, sesungguhnya tidur itu bukanlah suatu kelalaian. Kelalaian adalah orang yang (sengaja) tidak mengerjakan salat sampai waktunya telah habis. Barang siapa yang berbuat demikian, bersegeralah melaksanakan salat saat ia ingat. Apabila keesokan harinya ia baru ingat, maka ia harus salat pada waktunya. Kemudian beliau bertanya: Apa yang dilakukan para sahabat lainnya? Beliau bersabda: Para sahabat lain kehilangan nabi mereka. Abu Bakar dan Umar berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berada di belakang kalian bukan untuk kalian tinggalkan. Sebagian yang lain berkata: Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berada di depan kalian, jika mereka mematuhi Abu Bakar dan Umar, mereka akan mendapat petunjuk. Akhirnya kami dapat menyusul sahabat lainnya ketika hari sudah sangat siang dan segala sesuatu terasa panas. Mereka berkata: Wahai Rasulullah, kita akan mati kehausan. Beliau bersabda: Kalian tidak akan mati. Lalu bersabda: Lepaskan ikatan tempat airku. Beliau meminta tempat air dan menuangnya, sedangkan Abu Qatadah memberi mereka minum. Mereka saling berdesak-desakan untuk mendapatkannya. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Teraturlah kalian, semua akan segar. Mereka mematuhi perintah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Kemudian beliau yang menuang air dan aku (Abu Qatadah) yang memberi minum mereka sampai tidak tersisa selain aku dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau bersabda kepadaku: Minumlah. Aku jawab: Aku tidak akan minum sebelum baginda, wahai Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. meminumnya. Kemudian beliau bersabda: Sesungguhnya pemimpin kaum adalah orang yang minum terakhir. Maka aku minum dan Rasulullah pun minum. Para sahabat beristirahat dengan segar. Abdullah bin Rabah berkata: Sungguh aku akan menceritakan hadis ini di mesjid raya. Tiba-tiba Imran bin Hushein berkata: Perhatikan, hai anak muda bagaimana engkau akan bercerita. Aku adalah salah seorang penunggang pada malam itu. Berarti engkau lebih tahu tentang ceritanya, kata Abdullah. Engkau termasuk kelompok mana, tanya Imran. Aku dari golongan Ansar, jawab Abdullah. Kalau begitu berceritalah, kalian lebih mengetahui kisah kalian, pinta Imran. Aku sudah ceritakan tadi, jawab Abdullah. Lalu Imran berkata: Aku ikut hadir pada kejadian malam itu dan menurut aku bahwa tidak ada seseorang pun yang mengingatnya seperti yang aku ingat. (Shahih Muslim No.1099)

         Hadis riwayat Imran bin Hushain Radhiyallahuanhu ia bercerita:
Aku pernah bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam. dalam suatu perjalanan, kami berjalan semalaman sampai menjelang Subuh kami tertidur sampai matahari terbit. Orang pertama di antara kami yang bangun ialah Abu Bakar. Kami tidak menyadarkan Nabi Shallallahu alaihi wassalam. dari tidurnya sampai beliau Sendiri yang bangun. Kemudian Umar bangun. Kemudian ia berdiri di dekat Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mengumandangkan takbir dengan suara tinggi sehingga Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. terbangun. Ketika mengangkat kepala, beliau melihat matahari sudah hampir terbit. Beliau bersabda: Ayo berangkat. Kami pun meneruskan perjalanan bersama dengan beliau. Ketika matahari nampak memutih beliau turun (dari tunggangan) dan salat qada Subuh. Seseorang dari suatu kaum memencilkan diri, tidak salat bersama kami. Selesai salat, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bertanya kepada lelaki itu: Hai fulan! Apa yang membuatmu tidak salat bersama kami? Lelaki itu menjawab: Wahai Nabi Allah, aku sedang junub. Maka Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menyuruhnya tayamum dan salat. Kemudian ia bergegas mendekati hewan kendaraannya yang ada di dekatku. Kami mencari air karena merasa haus sekali. Di tengah perjalanan, tiba-tiba kami bertemu dengan seorang wanita dengan rambut kedua kakinya berada di antara dua tempat air besar. Kami bertanya kepada wanita itu: Di mana ada air? Air susah dicari, air susah dicari, tidak ada air untuk kalian, jawab wanita itu. Kami bertanya: Berapa lama perjalanan antara rumah keluargamu dan tempat air? Wanita itu menjawab: Perjalanan sehari semalam. Kami berkata: Temuilah Rasulullah. Perempuan itu berkata: Apa itu Rasulullah? Kami tidak mampu berbuat apa-apa hingga kami pergi menemui Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dengan wanita tersebut. Ketika ditanya oleh Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ia menjawab dengan jawaban pertanyaan kami sebelumnya. Wanita itu memberitahu Rasulullah bahwa ia adalah seorang ibu, mempunyai dua anak yatim. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menyuruh untuk mengambilkan unta pembawa air. unta itu berlutut. Beliau meludah pada dua mulut tempat air tersebut (dengan izin Allah, dua tempat itu penuh dengan air). Kami semua meminumnya hingga segar. Jumlah kami saat itu empat puluh orang dan semuanya sangat kehausan. Kami penuhi semua tempat air kulit dengan air. Ada pula teman kami yang sempat mandi junub. Hanya saja kami tidak memberi minum pada unta yang nampak keberatan dengan dua tempat air yang penuh. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Berikan apa yang ada pada kalian. Lalu kami kumpulkan semua yang ada pada kami untuk wanita tadi. Beliau bersabda: Pergilah dan berikan makanan ini kepada keluargamu. Juga beritahukan bahwa aku tidak mengurangi airmu sedikit pun. Ketika wanita itu tiba di keluarganya, ia berkata: Sungguh aku telah bertemu seorang ahli sihir atau ia seorang nabi seperti yang ia kiRadhiyallahuanhu Dia sanggup melakukan ini itu. Akhirnya Allah memberi hidayah kepada beberapa keluarga berkat jasa perempuan tersebut. Maka mereka dan wanita itu masuk Islam. (Shahih Muslim No.1100)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang lupa salat, maka hendaklah melakukannya ketika ia ingat. Tidak ada kifarat baginya kecuali hanya segera melaksanakannya. (Shahih Muslim No.1102)
------------------------------------------------------------------------------------------------
Kitab Salat Musafir dan Mengqasarnya

1. Salat orang yang bepergian dan qasar salat

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanha, istri Nabi Shallallahu alaihi wassalam. ia berkata:
Awalnya tiap salat diwajibkan dua rakaat, baik di kediaman (tidak sedang dalam bepergian) atau dalam perjalanan. Kemudian salat dalam perjalanan tetap (dua rakaat) dan salat di kediaman ditambah. (Shahih Muslim No.1105)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Dari Hafesh bin Ashim ia berkata: Ibnu Umar bercerita kepada kami, ia berkata: Hai keponakanku! Aku pernah menemani Rasulullah dalam suatu perjalanan beliau. Beliau salat tidak lebih dari dua rakaat hingga beliau wafat. Aku juga pernah menemani Abu Bakar dalam perjalanannya. Dia salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku juga pernah menemani Umar. Dia salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Aku temani Usman. Dia juga salat tidak lebih dari dua rakaat hingga ia wafat. Allah berfirman: Sesungguhnya dalam diri Rasulullah ada suri teladan bagi kalian. (Shahih Muslim No.1112)

         Hadis riwayat Anas Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menunaikan salat Zuhur di Madinah sebanyak empat rakaat dan di Dzul Hulaifah sebanyak dua rakaat. (Shahih Muslim No.1114)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami pergi dari Madinah ke Mekah bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau selalu salat dua rakaat sampai beliau kembali (ke Madinah). Aku bertanya: Berapa lama baginda akan tinggal di Mekah? Beliau menjawab: Sepuluh hari. (Shahih Muslim No.1118)

2. Mengqasar salat ketika berada di Mina

         Hadis riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahuanhu:
Dari Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bahwa beliau melakukan salat musafir di Mina dan di tempat lain sebanyak dua rakaat. (Shahih Muslim No.1119)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu:
Dari Abdurrahman bin Yazid, ia berkata: Usman pernah mengimami salat kami di Mina sebanyak empat rakaat. Hal itu diceritakan kepada Abdullah bin Masud. Dia membaca istirja`: Inna lillahi wa inna ilaihi raaji`uun , (Sesungguhnya kita adalah milik Allah dan kepada-Nya-lah kita kembali). Dia berkata: Aku salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. di Mina hanya dua rakaat. Aku juga pernah salat bersama Abu Bakar Sidik di Mina sebanyak dua rakaat. Dan aku pernah salat bersama Umar bin Khathab di Mina sebanyak dua rakaat. Mudah-mudahan akan mendapat empat rakaat, yaitu dua rakaat, dua rakaat. (Shahih Muslim No.1122)

         Hadis riwayat Haritsah bin Wahab Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku pernah salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. di Mina sebanyak dua rakaat dan tidak ada manusia yang membicarakannya. (Shahih Muslim No.1123)

3. Salat di rumah saat turun hujan

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah memerintahkan seorang muazin dalam malam yang dingin dan hujan agar salat di rumah. (Shahih Muslim No.1125)

         Hadis riwayat Abdullah bin Abbas Radhiyallahuanhu:
Bahwa ia berkata kepada muazinnya pada hari yang hujan: Apabila engkau telah sampai pada ucapan, Asyhadu Al-laa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammad ar rasuulullah, maka jangan engkau lanjutkan dengan ucapan: Hayya `alas shalah. Katakan: Shalluu fi buyutikum, (salatlah kalian di rumah kalian). Selanjutnya Ibnu Abbas mengatakan: Orang-orang nampaknya mengingkari hal itu. Apakah kalian heran dengan hal itu. Padahal hal tersebut pernah dilakukan oleh seorang yang lebih baik dariku (Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam.). Salat Jumat adalah kewajiban. (Tetapi) saya tidak suka membuat kalian merasa berat, berjalan di atas lumpur kotor. (Shahih Muslim No.1128)

4. Salat sunat di atas kendaraan saat perjalanan

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. salat sunat ke arah untanya menghadap. (Shahih Muslim No.1129)

         Hadis riwayat Abdullah bin Amir bin Rabiah Radhiyallahuanhu:
Bahwa ayahnya pernah menyaksikan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat sunat malam dalam suatu perjalanan di atas punggung hewan tunggangannya, ke arah hewan itu menghadap. (Shahih Muslim No.1137)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Dari Anas bin Sirin, ia berkata: Kami pernah bertemu dengan Anas bin Malik ketika ia tiba di Syam. Kami menjumpainya di Ain Tamar. Ketika itu aku melihat ia sedang salat di atas keledai dan menghadap ke arah kiri kiblat. Aku berkata: Aku melihat engkau salat menghadap bukan kiblat. Ia menjawab: Seandainya aku tidak melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukannya, niscaya aku tidak akan melakukannya. (Shahih Muslim No.1138)

5. Boleh menjamak (menggabug) dua salat dalam satu waktu ketika dalam perjalanan

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Apabila Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tergesa-gesa untuk bepergian, beliau menjamak (menghimpun) salat Magrib dan Isyak. (Shahih Muslim No.1139)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Apabila Rasulullah berangkat musafir sebelum matahari tergelincir (condong ke Barat), beliau menangguhkan salat Zuhurnya ke waktu Asar. Kemudian beliau berhenti singgah dan menjamak antara Zuhur dan Asar. Dan apabila ketika beliau pergi, matahari telah condong ke Barat (tergelincir), maka beliau melakukan salat Zuhur terlebih dahulu kemudian berangkat. (Shahih Muslim No.1143)

6. Menjamak (menggabung) dua salat tidak pada saat bepergian

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah menjamak salat Zuhur dengan salat Asar, salat Magrib dengan salat Isyak bukan pada saat cemas (perang) atau dalam perjalanan. (Shahih Muslim No.1146)

7. Meninggalkan salat dari kanan dan dari kiri

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Janganlah seorang dari engkau memberikan peluang kepada setan untuk menggoda dirinya bahwa salatnya tidak sah apabila ia tidak meninggalkan salat dari arah kanannya. Saya sering melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berpaling dari arah kirinya. (Shahih Muslim No.1156)

8. Makruh melakukan salat sunat ketika muazin sudah mengumandangkan iqamat

         Hadis riwayat Abdullah bin Malik bin Buhainah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melewati seorang yang sedang salat, padahal salat Subuh sudah didirikan. Beliau berbicara sesuatu kepada laki-laki yang tidak kami ketahui apa yang dibicarakan. Ketika selesai, kami mengelilinginya dan bertanya: Apa yang telah dikatakan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. kepadamu? Ia berkata: Beliau bersabda kepadaku: Hampir saja salah seorang dari kalian melakukan salat Subuh sebanyak empat rakaat. (Shahih Muslim No.1162)

9. Sunat melakukan salat tahiyyatulmasjid dua rakaat, makruh duduk sebelum salat sunat tersebut dan hal itu dianjurkan pada setiap waktu

         Hadis riwayat Abu Qatadah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila salah seorang kalian masuk mesjid, maka hendaklah ia melakukan salat dua rakaat sebelum ia duduk. (Shahih Muslim No.1166)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mempunyai tanggungan utang kepadaku, kemudian beliau membayar dan melebihkannya kepadaku. Aku menemui beliau di mesjid. Lalu beliau berkata kepadaku: Salat sunatlah dua rakaat. (Shahih Muslim No.1168)

10. Sunat melakukan salat dua rakaat di mesjid ketika pertama kali tiba dari bepergian

         Hadis riwayat Kaab bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tidak tiba dari bepergian pada siang kecuali pada siang hari, waktu Duha. Dan apabila beliau tiba, beliau awali datang ke mesjid, lalu salat sunat dua rakaat kemudian duduk di sana. (Shahih Muslim No.1171)

11. Sunat salat Duha, sedikitnya dua rakaat, sempurnanya delapan rakaat dan pertengahannya empat atau enam rakaat serta dorongan untuk menjaganya

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat sunat Duha, tetapi akulah yang senantiasa melakukannya. Meskipun Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tidak mengerjakannya, tetapi beliau senang untuk melakukannya. Hal itu karena beliau khawatir manusia akan mengerjakannya dan kemudian diwajibkan atas mereka. (Shahih Muslim No.1174)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Orang yang aku Cintai, yaitu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. berpesan kepadaku akan tiga hal: Puasa tiga hari pada tiap bulan, salat Duha dua rakaat dan salat witir sebelum tidur. (Shahih Muslim No.1182)

12. Sunat melakukan salat sunat fajar dua rakaat dan dorongan untuk melaksanakannya, meringankan salat tersebut, menjaganya serta penjelasan tentang surat yang sunat dibaca dalam salat tersebut

         Hadis riwayat Hafshah Radhiyallahuanhu:
Dari Ibnu Umar, bahwa Hafshah, Ummul mukminin mengabarkan kepadanya bahwa ketika muazin selesai dari azan salat Subuh, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat sunat dua rakaat dengan ringat sebelum salat Subuh dilaksanakan. (Shahih Muslim No.1184)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. apabila mendengar suara azan selesai dikumandangkan, beliau melakukan salat sunat fajar dua rakaat dan meringankan bacaan dalam salat tersebut. (Shahih Muslim No.1187)

13. Keutamaan salat sunat rawatib, sebelum dan sesudah salat wajib serta penjelasan tentang jumlahnya

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku salat sunat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., dua rakaat sebelum Zuhur, dua rakaat sesudah Zuhur, dua rakaat sesudah Magrib, dua rakaat sesudah Isyak dan dua rakaat sesudah Jumat. Adapun Magrib, Isyak dan Jumat, aku salat sunat rawatib bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam. di rumah beliau. (Shahih Muslim No.1200)

14. Boleh salat sunat sambil berdiri atau duduk atau sebagian sambil berdiri dan sebagian lagi sambil duduk

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku tidak pernah melihat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membaca suatu ayat pun dalam salat malam sambil duduk kecuali setelah beliau sudah lanjut usia. Beliau membaca surat sambil duduk hingga ketika surat yang dibacanya tinggal tiga puluh atau empat puluh ayat, beliau membacanya sambil berdiri kemudian setelah itu beliau rukuk. (Shahih Muslim No.1205)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Abdullah bin Syaqiq, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah: Apakah Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah salat sambil duduk? Aisyah menjawab: Pernah, yaitu setelah beliau berusia lanjut. (Shahih Muslim No.1209)

15. Salat malam dan jumlah rakaat yang dilakukan Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bahwa witir itu satu rakaat dan salat satu rakaat adalah benar

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. biasa melakukan salat malam sebanyak sebelas rakaat, satu rakaatnya adalah salat witir. Setelah selesai salat, beliau lalu membaringkan tubuhnya miring ke kanan sampai muazin mengumandangkan azan lalu beliau melakukan salat sunat dua rakaat dengan pendek. (Shahih Muslim No.1215)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa ia bertanya kepada Aisyah Radhiyallahuanhu: Bagaimana salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pada bulan Ramadan? Ia menjawab: Baik di bulan Ramadan maupun di bulan lainnya, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat sunat tidak lebih dari sebelas rakaat. Beliau melakukannya empat rakaat dan jangan engkau tanyakan tentang kesempurnaan dan lamanya. Kemudian beliau melakukan empat rakaat lagi dan jangan pula engkau tanyakan tentang kesempurnaan dan lamanya. Kemudian beliau salat tiga rakaat. Aisyah berkata: Aku lalu bertanya: Wahai Rasulullah, apakah baginda tidur sebelum melakukan salat witir? Beliau bersabda: Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur namun hatiku terjaga. (Shahih Muslim No.1219)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Ishak, ia berkata: Aku bertanya kepada Aswad bin Yazid tentang apa yang diceritakan oleh Aisyah kepadanya mengenai salat Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Katanya: Rasulullah tidur pada permulaan malam dan bangun pada akhir malam. Kemudian apabila beliau punya kebutuhan terhadap istrinya, maka beliau akan memenuhi kebutuhan tersebut, kemudian tidur. Ketika terdengar azan pertama, beliau segera bangun untuk mengambil air. Jika tidak sedang dalam keadaan junub, beliau hanya berwudu seperti wudu untuk salat. Kemudian beliau melakukan salat sunat dua rakaat. (Shahih Muslim No.1223)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Masruq, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah tentang amal yang dilakukan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Dia menjawab: Beliau senang beramal yang berkesinambungan. Aku bertanya Lagi: Kapan beliau mengerjakan salat? Aisyah menjawab: Apabila mendengar suara ayam jantan berkokok beliau segera bangun dan melakukan salat. (Shahih Muslim No.1225)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku tidak pernah mendapati Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pada akhir malam sebelum Subuh di rumahku atau di sisiku, kecuali beliau sedang tidur. (Shahih Muslim No.1226)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Adalah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. apabila selesai melakukan salat dua rakaat, sunat fajar dan jika aku sudah bangun, maka beliau akan bercakap denganku dan kalau belum bangun, maka beliau akan rebahan. (Shahih Muslim No.1227)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. biasa melakukan salat malam. Apabila hendak melakukan salat witir beliau bersabda: Bangunlah dan lakukan salat witir, wahai Aisyah. (Shahih Muslim No.1228)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Setiap bagian waktu malam, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pasti melakukan salat witir dan beliau menyudahi witirnya sampai waktu sahur. (Shahih Muslim No.1230)

16. Salat malam dan orang yang tertidur atau sakit sehingga tidak dapat melakukannya

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Zurarah, bahwa Saad bin Hisyam bin Amir ingin berperang di jalan Allah. Ketika datang ke Madinah, ia bertemu dengan beberapa orang dari penduduk Madinah. Mereka melarang Saad bin Hisyam melaksanakan keinginannya tersebut dan mereka mengabarkannya bahwa pada masa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. ada enam orang sahabat bermaksud seperti itu tetapi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melarang mereka dan beliau bersabda: Bukankah aku adalah suri teladan bagi kalian semua? Mendengar cerita mereka itu Saad lalu merujuk istrinya yang sudah diceraikan serta mengambil saksi atas rujuknya itu. Setelah itu ia menemui Ibnu Abbas dan bertanya tentang salat witir Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Ibnu Abbas berkata: Maukah engkau aku tunjukkan seseorang yang paling tahu witirnya Rasulullah? Saad menjawab: Siapakah ia? Ibnu Abbas menjawab: Aisyah Radhiyallahuanhu Temui dan bertanyalah kepadanya. Setelah itu datanglah kepadaku dan kabarkan apa jawabannya. Kemudian aku berangkat menemuinya. Di perjalanan aku bertemu dengan Hakim bin Aflah. Aku minta ditemani untuk menemuinya (Aisyah). Lalu ia (Hakim) berkata: Aku bukan kerabatnya dan aku pernah melarangnya berbicara sesuatu tentang (sengketa) dua golongan itu, tetapi ia enggan dan terus pada sikapnya. Kemudian aku yakinkan dengan bersumpah di hadapannya (Hakim). Kami pun akhirnya berangkat menemui Aisyah. Kami minta izin kepadanya dan dipersilakan. Kami masuk ke rumahnya. Aisyah bertanya: Apakah ini Hakim? Ia mengenalnya, maka ia (Hakim) menjawab: Benar. Ia (Aisyah) bertanya lagi: Siapa yang bersamamu? Hakim menjawab: Saad bin Hisyam. Aisyah bertanya lagi: Hisyam siapa? Hakim menjawab: Hisyam bin Amir. Aisyah lalu berdoa semoga Allah memberi rahmat kepada Amir serta mengatakan hal-hal yang baik tentangnya. Qatadah berkata bahwa ia luka-luka ketika perang Uhud. Aku bertanya: Wahai Ummul Mukminin! Terangkan kepadaku mengenai akhlak Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Aisyah menjawab: Bukankah engkau membaca Alquran? Aku menjawab: Tentu. Aisyah berkata: Sesungguhnya akhlak Nabi Shallallahu alaihi wassalam. adalah Alquran. Waktu itu aku hendak berdiri untuk pamitan dan aku sudah bertekad untuk tidak bertanya kepada siapa pun tentang sesuatu apapun sampai aku meninggal dunia. Namun mendadak aku teringat sesuatu, maka aku bertanya: Terangkan kepadaku tentang salat malam Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Ia (Aisyah) menjawab: Bukankah engkau pernah membaca firman Allah: Wahai orang yang berselimut? Aku menjawab: Benar. Ia (Aisyah) berkata: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung telah mewajibkan salat malam pada awal surat tersebut. Dan selama satu tahun Nabi Shallallahu alaihi wassalam. adn para sahabat melaksanakan kewajiban itu. Selama dua belas bulan, kelanjutan ayat tersebut ditahan Allah di langit, sampai pada bagian akhir surat tersebut akhirnya diturunkan Allah yang berisi keringanan. Sejak saat itu hukum salat malam menjadi sunat, tidak wajib. Aku berkata lagi: Wahai Ummul Mukminin! Terangkan kepadaku mengenai salat witir Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Aisyah menjawab: Saya biasa menyediakan alat siwak dan air untuk wudu beliau. Atas kehendak Allah beliau selalu bangun malam hari. Setelah bersiwak dan berwudu, beliau melakukan salat sebanyak sembilan rakaat dan hanya duduk pada rakaat yang kedelapan. Setelah berzikir, memuji dan berdoa kepada Allah, beliau bangkit dan tidak salam. Kemudian beliau berdiri meneruskan rakaat yang kesembilan. Lalu duduk seraya berzikir kepada Allah, menuju dan berdoa kepada-Nya, kemudian mengucapkan salam yang terdengar olehku. Sesudah salam masih dalam keadaan duduk, beliau melakukan salat dua rakaat lagi. Jadi semuanya berjumlah sebelas rakaat. Namun ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. berusia lanjut dan kian gemuk, beliau hanya melakukan salat sunat witir sebanyak tujuh rakaat saja. Beliau lakukan di dalam kedua rakaat itu seperti yang beliau lakukan pada yang pertama. Jadi jumlahnya sembilan. Nabi Shallallahu alaihi wassalam. jika melakukan salat, maka beliau suka untuk terus melestarikannya. Apabila beliau berhalangan, misalnya tertidur atau sakit sehingga tidak dapat malakukan salat malam, maka beliau akan melakukan di siang hari sebanyak dua belas rakaat. Aku tidak pernah menjumpai Nabi Shallallahu alaihi wassalam. membaca Alquran seluruhnya dalam satu malam dan aku juga tidak pernah menjumpai Nabi Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat semalaman sampai Subuh atau melakukan puasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Setelah mendengar jawaban dari Aisyah tersebut, aku menemui Ibnu Abbas dan menceritakannya kembali kepadanya. Kata Ibnu Abbas: Aisyah benar. Seandainya aku dekat atau boleh menemuinya, niscaya akan aku datangi sendiri ia sehingga ia bercerita langsung kepadaku. Aku berkata: Kalau aku tahu engkau tidak boleh menemuinya, aku tidak akan menceritakan kepadamu ceritanya tersebut. (Shahih Muslim No.1233)

17. Salat malam itu dua rakaat dua rakaat dan salat witir itu sebaiknya dilakukan pada akhir malam

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tentang salat malam. Beliau menjawab: Salat malam itu dua rakaat dua rakaat. Apabila salah seorang dari kalian khawatir akan masuk waktu salat Subuh, maka hendaklah ia salat witir satu rakaat untuk mengganjilkan salat sebelumnya. (Shahih Muslim No.1239)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Barang siapa yang salat malam, maka hendaklah ia akhiri salat itu dengan witir, karena Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. memerintahkan hal itu. (Shahih Muslim No.1244)

18. Dorongan berdoa dan berzikir pada akhir malam dan pengabulan doa pada waktu itu

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tuhan kita Yang Maha Suci lagi Maha Luhur setiap malam turun ke langit dunia ketika malam tinggal sepertiga terakhir. Dia berfirman: Barang siapa yang berdoa kepada-Ku, maka Aku akan kabulkan permohonannya. Dan barang siapa yang memohon ampunan kepada-Ku, maka Aku akan mengampuninya. (Shahih Muslim No.1261)

19. Dorongan melakukan salat malam bulan Ramadan, yaitu salat tarawih

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang mendirikan salat malam bulan Ramadan karena iman dan mengharap rela Allah, maka ia akan diampuni dosanya yang telah lalu. (Shahih Muslim No.1266)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa pada suatu malam Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. salat di mesjid, lalu datang beberapa orang ikut salat bersama beliau, kemudian pada malam selanjutnya, manusia semakin banyak yang ikut salat bersama beliau. Kemudian pada malam yang ketiga atau keempat banyak sekali orang yang berkumpul menunggu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., tetapi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tidak keluar menemui mereka. Pada pagi harinya, beliau bersabda: Aku melihat apa yang kalian lakukan. Sebenarnya tidak ada yang menghalangi aku untuk keluar salat bersama kalian kecuali karena aku khawatir kalau hal ini akan diwajibkan atas kalian. Perawi mengatakan: Itu terjadi pada bulan Ramadan. (Shahih Muslim No.1270)

20. Doa dalam salat malam dan menghidupkan malam dengan ibadah

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Suatu malam aku menginap di rumah bibiku, Maimunah. Pada malam tersebut Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bangun lalu memenuhi hajatnya. Setelah membasuh wajah dan kedua tangannya, beliau tidur, kemudian bangun lagi. Setelah itu beliau menuju ke gerabah (yaitu tempat untuk menyimpan air terbuat dari kulit) lalu membuka penutupnya. Kemudian beliau berwudu sebaik dan sesempurna mungkin lalu beliau salat. Melihat beliau berdiri untuk salat, aku pun ikut salat. Aku bergegas wudu dengan diam-diam. Semula aku memilih tempat di sebelah kiri, namun kemudian beliau menarik tanganku supaya aku pindah ke sebelah kanan saja. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. secara sempurna melakukan salat malam sebanyak tiga belas rakaat. Setelah sejenak rebahan, beliau lantas tidur hingga mendengkur. Dan kebiasaan beliau kalau tidur memang mendengkur. Lalu Bilal datang dan mengumandangkan azan salat. Nabi bergegas bangun lalu salat tanpa wudu terlebih dahulu. Doa yang beliau panjatkan ialah: Ya Allah, nyalakan dalam hatiku suatu cahaya, pada pandanganku suatu cahaya, dari arah kananku suatu cahaya, dari arah kiriku suatu cahaya, di atasku suatu cahaya, di belakangku suatu cahaya, dan di depanku suatu cahaya, di belakangku suatu cahaya, dan limpahkanlah cahaya kepadaku. (Shahih Muslim No.1274)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dalam suatu perjalanan. Kami tiba di sebuah jalan yang menghubungkan pada suatu tempat yang ada air. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bertanya: Tidakkah engkau dan untamu ingin mendapatkan air, wahai Jabir? Aku menjawab: Tentu. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. lalu turun. Seperti halnya aku, beliau pergi memenuhi hajatnya. Seterusnya aku menyediakan air wudu untuk beliau. Setelah wudu, beliau bersiap-siap untuk salat dengan satu kain yang kedua ujungnya diikat. Aku berdiri di belakang beliau. Lalu beliau memegang telingaku agar aku pindah ke sebelah kanan beliau. (Shahih Muslim No.1285)

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. apabila bangun tengah malam untuk menunaikan salat, beliau berdoa: Ya Allah, segala puji bagi-Mu. Engkau adalah cahaya langit dan bumi. Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah pemelihara langit dan bumi. Segala puji bagi-Mu. Engkau adalah Tuhan langit dan bumi serta semua yang ada padanya. Engkau adalah yang hak, janji-Mu adalah hak, firman-Mu adalah hak, perjumpaan dengan-Mu adalah hak, surga adalah hak, neraka adalah hak, hari kiamat adalah hak. Ya Allah, kepada-Mu aku berserah diri. Kepada-Mu aku beriman. Kepada-Mu aku bertawakal. Ke pangkuan-Mu aku pulang. Kepada-Mu aku mengadu. Dengan (nama) Mu aku memutuskan. Maka ampunilah aku, ampunilah dosa-dosaku, baik yang telah lewat maupun yang akan datang, yang aku lakukan secara diam-diam maupun yang terang-terangan. Engkau adalah Tuhanku. Tidak ada Tuhan selain Engkau. (Shahih Muslim No.1288)

21. Sunat memperpanjang bacaan dalam salat malam

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Wail, ia berkata: Abdullah berkata: Aku pernah salat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam., beliau memperpanjang (bacaan), sampai aku berniat yang bukan-bukan. Dikatakan: Apa yang engkau niatkan? Ia berkata: Aku berniat untuk duduk dan membiarkan beliau. (Shahih Muslim No.1292)

22. Mengenai orang yang tidur semalam suntuk sampai pagi

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Dilaporkan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tentang seorang yang tidur pada malam hari sampai pagi. Beliau bersabda: Orang itu telah dikencingi setan kedua telinganya. (Shahih Muslim No.1293)

         Hadis riwayat Ali bin Abu Thalib Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. pernah datang pada malam hari ke rumah Ali dan Fatimah. Beliau bertanya: Tidakkah kalian akan salat? Ali menjawab: Wahai Rasulullah, sesungguhnya jiwa kami berada pada kekuasaan Allah. Jika Allah berkehendak membangunkan kami, maka Dia akan bangunkan kami (dan kami akan salat). Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pergi setelah aku berkata demikian. Kemudian sambil meninggalkan tempat dan menepuk pahanya, Ali mendengar beliau bersabda: Dan manusia adalah makhluk yang paling banyak membantah. (Shahih Muslim No.1294)

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Setan itu akan mengikat tengkuk salah seorang engkau yang tengah tidur dengan tiga ikatan sehingga engkau tidur semalaman. Apabila seorang di antara engkau bangun seraya menyebut nama Allah, maka lepaslah ikatan pertama. Lalu apabila ia berwudu, maka lepaslah ikatan kedua. Dan apabila diteruskan dengan salat, maka lepaslah ikatan ketiga, sehingga ia akan bersemangat dan berhati jernih. Kalau tidak, maka hatinya akan kusut dan malas. (Shahih Muslim No.1295)

23. Sunat melakukan salat sunat di rumah dan boleh di mesjid

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Laksanakanlah salat sunat di rumah kalian dan janganlah engkau jadikan rumah kalian itu seperti kuburan. (Shahih Muslim No.1296)

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Perumpamaan rumah yang tempat mengingat Allah dan rumah yang bukan tempat mengingat Allah adalah seperti perumpamaan orang hidup dan orang mati. (Shahih Muslim No.1299)

         Hadis riwayat Zaid bin Tsabit Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membatasi suatu tempat dengan alas atau tikar. Lalu beliau keluar untuk salat di situ. Beberapa orang sahabat mengamati tempat tersebut dan lain waktu mereka datang untuk melakukan salat di tempat beliau itu. Pada suatu malam mereka datang dan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. tidak mau keluar menemui mereka. Lantas mereka berteriak mamanggilnya bahkan ada yang melempari pintu dengan batu-batu kecil. Dengan marah, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. keluar menemui mereka dan bersabda: Kalian masih saja melakukan apa yang kalian buat sampai aku menyangka bahwa hal itu (salat sunat) akan diwajibkan kepada kalian. Kalian harus salat sunat di rumah kalian, karena sebaik-baik salat seseorang adalah di rumahnya, kecuali salat wajib. (Shahih Muslim No.1301)

24. Mengenai orang yang mengantuk dalam salat sehingga jadi kabur bacaan Alquran atau zikirnya, sebaiknya ia tidur atau duduk saja sampai kantuk itu hilang

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. masuk mesjid dan didapati ada seutas tali direntangkan di antara dua tiang. Beliau bertanya: Apa ini? Para sahabat menjawab: Untuk Zainab, ia hendak salat, kalau ia merasa malas atau lemas di tengah salat maka ia berpegangan pada tali tersebut. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Lepaskan tali itu. Hendaklah setiap orang dari kalian salat dengan kekuatannya sendiri. Jika ia sedang malas atau merasa lemah, maka hendaklah ia duduk. (Shahih Muslim No.1306)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Jika salah seorang dari kalian mengantuk dalam salat, maka duduklah sampai hilang rasa kantuk itu. Sebab jika salah seorang dari kalian salat dengan mengantuk, maka pikirannya hilang, mungkin ia ingin meminta ampunan, tetapi malah mencaci dirinya sendiri. (Shahih Muslim No.1309)

25. Perintah untuk membiasakan membaca Alquran dan makruh mengatakan: Aku lupa ayat ini, tapi hendaklah berkata: aku itu dilupakan dariku

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mendengar seorang laki-laki membaca Alquran tengah malam. Beliau bersabda: Semoga Allah merahmatinya. Sungguh ia telah mengingatkan aku ayat ini dan ayat ini yang aku terlupa ayat surat ini dan surat ini. (Shahih Muslim No.1311)

         Hadis riwayat Abdullah bin Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya perumpamaan orang yang hafal Alquran adalah seperti unta yang ditambatkan. Apabila ia menjaganya, maka unta itu akan tetap pada tempatnya dan apabila ia lepaskan ikatannya, maka ia akan pergi. (Shahih Muslim No.1313)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Yang terburuk seseorang di antara mereka adalah orang yang mengatakan: Aku lupa ayat ini ayat ini. Tetapi sebenarnya ia telah dibuat lupa. Ingatlah terus Alquran, sebab sesungguhnya ia lebih mudah lepas dari hati manusia dibandingkan (terlepasnya) unta dari tambatannya. (Shahih Muslim No.1314)

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Komitmenlah (tetaplah) kalian membaca Alquran ini, demi Zat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya Alquran itu lebih cepat terlepas dibandingkan dengan (terlepasnya) unta dari tambatannya. (Shahih Muslim No.1317)

26. Sunat membaguskan suara ketika membaca Alquran

         Hadis riwayat Abu Hurairah Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Allah tidak mengizinkan sesuatu seperti Dia izinkan kepada nabi untuk melagukan bacaan Alquran. (Shahih Muslim No.1318)

         Hadis riwayat Abu Musa Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda kepada Abu Musa: Kalau engkau melihat aku saat aku mendengarkan bacaanmu kemarin, sungguh engkau telah diberi seruling (maksudnya suara yang merdu) dari seruling keluarga Nabi Daud. (Shahih Muslim No.1322)

27. Mengenang bacaan Nabi Shallallahu alaihi wassalam. surat Al-Fath pada peristiwa penaklukan kota Mekah

         Hadis riwayat Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Pada tahun penaklukan Mekah, Nabi Shallallahu alaihi wassalam. membaca surat Al-Fath dalam perjalanannya di atas hewan tumpangannya. Beliau mengulang-ulangi bacaannya. (Shahih Muslim No.1323)

28. Turunnya ketenangan berkat karena bacaan Alquran

         Hadis riwayat Barra bin Azib Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Salah seorang sahabat membaca surat Al-Kahfi dan di sisinya ada seekor kuda yang tertambat dengan tali panjang. Tiba-tiba awan menaunginya, lalu berputar dan mendekat sehingga kuda itu menghindar darinya. Pada pagi harinya sahabat itu datang menemui Nabi Shallallahu alaihi wassalam. dan menuturkan peristiwa yang dialaminya kepada beliau. Nabi Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Itu adalah sakinah (ketenangan) yang turun karena bacaan Alquran. (Shahih Muslim No.1325)

29. Keutamaan orang yang hafal Alquran

         Hadis riwayat Abu Musa Al-Asy`ari Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Perumpamaan orang mukmin yang membaca Alquran adalah seperti perumpamaan buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah kurma, tidak ada baunya sama sekali namun rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran adalah seperti buah raihanah, baunya harum namun rasanya pahit. Sedangkan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran adalah seperti buah peria, tidak ada baunya sama sekali dan rasanya pahit. (Shahih Muslim No.1328)

30. Keutamaan orang yang pandai membaca Alquran dan orang yang yatata`ta (tersendat-sendat) dalam membaca Alquran

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Orang yang pandai membaca Alquran akan bersama para rasul yang mulia dan taat-taat. Adapun orang yang membaca Alquran dengan tersendat-sendat karena sulit baginya membaca Alquran, maka ia mendapat dua pahala. (Shahih Muslim No.1329)

31. Sunat membaca Alquran di hadapan orang-orang yang pandai tentang Alquran, meskipun yang membaca lebih utama dari yang mendengar bacaan

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda kepada Ubay bin Kaab: Sesungguhnya Allah menyuruhku untuk membaca (Alquran) di hadapanmu. Ubay dengan nada agak tak percaya bertanya: Allah menyebut-nyebutku? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. menjawab: Ya, Allah menyebut-nyebutmu. Seketika itu Ubay menangis, terharu. (Shahih Muslim No.1330)

32. Keutamaan mendengarkan Alquran dan meminta kepada orang yang hafal untuk membaca Alquran serta keutamaan menangis ketika membaca Alquran dan merenunginya

    * Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
      Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda kepadaku: Bacakan Alquran kepadaku. Aku bertanya: Wahai Rasulullah, aku harus membacakan Alquran kepada baginda, sedangkan kepada bagidalah Alquran diturunkan? Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Sesungguhnya aku senang bila mendengarkan dari orang selainku. Kemudian aku membaca surat An-Nisa. Ketika sampai pada ayat yang berbunyi: Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), jika Kami mendatangkan seorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan engkau (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (umatmu). Aku angkat kepalaku atau secara mendadak ada seseorang berada di sampingku. Dan ketika aku angkat kepalaku, aku melihat beliau mencucurkan air mata. (Shahih Muslim No.1332)
    * Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
      Aku berada di Homs. Sebagian orang berkata kepadaku: Bacakan Alquran kepada kami. Lalu aku bacakan kepada mereka surat Yusuf. Lalu salah seorang dari kaum itu berkata: Demi Allah, bukan demikian surat ini diturunkan. Aku bilang padanya: Celaka engkau, demi Allah, sesungguhnya aku pernah membacakannya pada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Lelaki itu akhirnya berkata kepadaku: Engkau benar. (Shahih Muslim No.1334)

33. Keutamaan surat Al-Fatihah dan ayat-ayat akhir surat Al-Baqarah, anjuran untuk membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah

         Hadis riwayat Abu Masud Al-Badri Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Barang siapa yang membaca dua ayat terakhir surat Al-Baqarah pada suatu satu malam, maka ayat itu akan menjadi pelindung dirinya. (Shahih Muslim No.1340)

34. Keutamaan membaca surat Al-Ikhlas

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. mengutus seorang lelaki sebagai komandan pasukan ekspedisi. Dalam salat, ia bertindak sebagai imam bagi sahabat lainnya, membaca surat mengakhiri bacaan dengan qul huwallahu Ahad, surat Al-Ikhlas. Ketika pasukan pulang, hal itu diceritakan kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau bersabda: Tanyakan saja langsung kepadanya, mengapa ia membaca surat itu? Mereka lalu menanyakannya. Ia menjawab: Karena sesungguhnya surat itu adalah sifat Allah Yang Maha Pemurah dan aku senang membacanya. Kemudian Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Kabarkan kepadanya bahwa Allah mencintainya. (Shahih Muslim No.1347)

35. Keutamaan orang yang membaca dan mengajarkan Alquran serta keutamaan orang yang mempelajari hukum fikih dan hukum lainnya, kemudian mengamalkan dan mengajarkannya

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Dari Nabi Shallallahu alaihi wassalam., beliau bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan Alquran dan ia membacanya di waktu malam dan di waktu siang dan terhadap orang yang Allah berikan harta dan ia membelanjakannya untuk kebaikan di waktu malam dan di waktu siang. (Shahih Muslim No.1350)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tidak ada hasad (iri) yang dibenarkan kecuali terhadap dua orang, yaitu terhadap orang yang Allah berikan harta, ia menghabiskannya dalam kebaikan dan terhadap orang yang Allah berikan ilmu, ia memutuskan dengan ilmu itu dan mengajarkannya kepada orang lain. (Shahih Muslim No.1352)

36. Menerangkan bahwa Alquran diturunkan dalam tujuh dialek dan menerangkan maknanya

         Hadis riwayat Umar bin Khathab Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku mendengar Hisyam bin Hakim bin Hizam membaca surat Al-Furqan tidak seperti yang aku baca dan yang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. ajarkan kepadaku. Hampir saja aku menyalahkannya ketika ia sedang membaca, tetapi aku biarkan saja sampai ia selesai. Setelah selesai, aku pegang dengan kuat sorban yang berada di lehernya dan aku bawa ia menghadap Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Aku berkata: Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku mendengar orang ini membaca surat Al-Furqan tidak seperti yang baginda ajarkan kepadaku. Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Suruh ia untuk membacanya. Ia (Hisyam) pun membaca bacaan yang sebelumnya aku dengar sebelumnya. Lalu Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Seperti itulah surat itu diturunkan. Kemudian beliau menyuruhku: Bacalah. Aku pun membacanya. Lalu beliau bersabda: Demikianlah surat itu diturunkan. Sesungguhnya Alquran itu diturunkan atas tujuh dialek. Maka bacalah dengan bacaan yang mudah di antaranya. (Shahih Muslim No.1354)

         Hadis riwayat Ibnu Abbas Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Jibril as. pernah mengajarkan aku satu dialek. Kemudian aku mengulang-ulanginya dan aku selalu minta supaya ia mau menambahnya, maka ia menambahkannya sampai ia berhenti pada tujuh dialek. (Shahih Muslim No.1355)

37. Membaca Alquran dengan perlahan dan tidak tergesa-gesa, serta boleh mambaca dua surat atau lebih dalam satu rakaat

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Wail, ia berkata: Telah datang seorang lelaki bernama Nahik bin Sinan kepada Abdullah seraya berkata: Wahai Abu Abdurrahman, bagaimana engkau membaca huruf ini, alif atau ya pada ayat min maain ghaira aasin atau min maain ghaira yaasin. Ia berkata: Lalu Abdullah berkata: Seluruh Alquran sudah aku teliti kecuali yang ini. Ia berkata lagi: Sungguh aku membaca dua surat pendek dalam satu rakaat. Kemudian Abdullah berkata: Cepat sekali, seperti membaca syair dengan cepat, sesungguhnya banyak orang yang membaca Alquran seakan tidak melewati tenggorokannya, tapi seandainya sampai ke hati lalu melekat, maka akan bermanfaat. Sesungguhnya yang paling utama dalam salat adalah rukuk dan sujud dan sesungguhnya aku tahu benar surat-surat yang hampir sama pendeknya yang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. selalu menggandengnya dua surat pada tiap rakaat. Lalu Abdullah berdiri dan Alqamah masuk di belakangnya. Kemudian ia keluar dan berkata: Ia telah mengabarkannya kepadaku. (Shahih Muslim No.1358)

38. Perkara yang berkaitan dengan bacaan (qiraat)

         Hadis riwayat Abdullah bin Masud Radhiyallahuanhu:
Abu Ishak telah menceritakan kepada kami, ia berkata: Aku melihat seseorang bertanya kepada Aswad bin Yazid, ketika ia sedang mengajarkan Alquran di mesjid. Orang itu berkata: Bagaimana engkau membaca ayat berikut ini: Fahal min muddakir, apakah pakai huruf dal atau huruf dzal? Ia menjawab: Pakai huruf dal, aku mendengar Abdullah bin Masud berkata: Aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membaca muddakir pakai huruf dal. (Shahih Muslim No.1362)

         Hadis riwayat Abu Darda Radhiyallahuanhu:
Dari Alqamah, ia berkata: Kami tiba di Syam kemudian Abu Darda datang menemui kami dan bertanya: Apakah ada salah seorang dari kalian yang membaca seperti bacaan Abdullah? Aku menjawab: Ya, ada, aku sendiri. Ia bertanya lagi: Bagaimana engkau mendengar Abdullah membaca ayat berikut ini wal laili idzza yaghsyaa. Aku jawab: Aku mendengar Abdullah membaca, wallaili idzza yaghsyaa, setelah itu, wadz dzakari wal untsaa. Ia berkata: Demi Allah, begitulah aku mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. membacanya, tetapi mereka menginginkan aku membaca: wa maa khalaqa, namun aku tidak memperhatikan mereka. (Shahih Muslim No.1364)

39. Waktu-waktu yang dilarang untuk melakukan salat

         Hadis riwayat Umar bin Khathab Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melarang salat sesudah Subuh sampai matahari terbit dan sesudah Asar sampai matahari terbenam. (Shahih Muslim No.1367)

         Hadis riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Tidak ada salat setelah salat Asar sampai matahari terbenam dan tidak ada salat sesudah salat Subuh sampai matahari terbit. (Shahih Muslim No.1368)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Janganlah salah seorang dari kalian menunggu untuk melakukan salat ketika matahari terbit dan ketika matahari terbenam. (Shahih Muslim No.1369)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Apabila pinggiran matahari telah kelihatan, maka tangguhkanlah salat sampai bersinar terang. Dan apabila pinggiran matahari mulai terbenam, maka tangguhkanlah salat sampai terbenam. (Shahih Muslim No.1371)

40. Mengetahui dua rakaat salat yang pernah dilakukan oleh Nabi Shallallahu alaihi wassalam. sesudah Asar

         Hadis riwayat Ummu Salamah Radhiyallahuanhu:
Dari Kuraib bahwa Abdullah bin Abbas dan Abdurrahman bin Azhar dan Miswar bin Makhramah mengutusnya untuk menemui Aisyah, istri nabi. Mereka berkata: Ucapkan salam kami kepadanya dan tanyakan kepadanya tentang salat dua rakaat sesudah Asar. Katakan pula kepadanya bahwa kami mendengar kabar bahwa ia juga melakukan salat dua rakaat sesudah Asar tersebut. Padahal yang kami dengar, Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melarang kami melakukannya. Kata Ibnu Abbas: Waktu itu aku bersama Umar bin Khathab segera beranjak meninggalkan tempat untuk menjauh. Kemudian cerita Kuraib: Aku lalu menemui Aisyah dan menyampaikan apa yang mereka pesankan padaku. Aisyah menjawab: Tanyakan saja kepada Ummu Salamah Aku lalu pulang menemui orang-orang yang menyuruhku tadi dan aku beritahu apa jawaban Aisyah. Mereka kemudian menyuruhku menemui Ummu Salamah untuk menanyakan hal yang sama. Ummu Salamah menjawab: Aku memang pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melarangnya. Namun kemudian aku juga pernah melihat beliau melakukannya. Waktu itu beliau baru saja selesai melakukan salat Asar. Lalu beliau masuk ke rumah yang pada saat itu aku sedang bersama beberapa wanita dari bani Haram golongan Ansar. Beliau lalu melakukan salat dua rakaat tersebut. Aku lalu menyuruh seorang jariyah untuk berdiri di samping beliau untuk menanyakan dua rakaat yang beliau lakukan itu, padahal beliau pernah melarangnya. Tetapi aku sudah pesan kepada jariyah yang aku suruh tadi, kalau beliau memberikan isyarat dengan tangannya maka tunggulah. Jariyah itu pun melaksanakan perintahku, dan ternyata beliau memang memberikan isyarat dengan tangannya. Maka ia pun bersabar. Ketika selesai, beliau bersabda: Wahai putri Abu Umayah. Engkau telah menanyakan tentang salat dua rakaat sesudah Asar yang aku lakukan tadi. Ketahuilah, sesungguhnya tadi beberapa orang dari suku Abdul Qais datang kepadaku mengurus kaumnya yang masuk Islam, sehingga aku terlambat melakukan dua rakaat sesudah salat Zuhur. Maka itu tadi adalah dua rakaat yang belum sempat aku lakukan itu. (Shahih Muslim No.1377)

         Hadis riwayat Aisyah Radhiyallahuanhu:
Dari Abu Salamah Radhiyallahuanhu bahwa ia bertanya kepada Aisyah Radhiyallahuanhu tentang salat dua rakaat (salat sunat) yang dilakukan Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sesudah salat Asar. Aisyah menjawab: Biasanya beliau melakukannya sebelum Asar, kemudian karena ia sibuk (tidak sempat) atau lupa, maka ia melakukannya setelah salat Asar. Lalu beliau menetapkannya. Kebiasaan beliau adalah jika melakukan salat tertentu (sunat), beliau menetapkannya. (Shahih Muslim No.1378)

41. Sunat salat dua rakaat sebelum salat Magrib

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Dahulu pada masa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. kami pernah melakukan salat dua rakaat setelah matahari terbenam, yaitu sebelum salat Magrib. Aku lalu bertanya lagi kepada Anas: Apakah Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. pernah melakukannya? Anas menjawab: Beliau melihat kami melakukannya, tapi beliau tidak menyuruh dan tidak melarang kami. (Shahih Muslim No.1382)

         Hadis riwayat Anas bin Malik Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Kami sedang berada di Madinah ketika muazin mengumandangkan azan untuk salat Magrib, orang-orang berlomba ke tiang-tiang mesjid untuk melakukan salat sunat dua rakaat sebelum Magrib, sampai-sampai seseorang yang masuk mesjid mengira bahwa salat Magrib telah dilaksanakan karena banyaknya orang yang melakukannya. (Shahih Muslim No.1383)

42. Salat sunat di antara dua azan (maksudnya azan dan iqamat)

         Hadis riwayat Abdullah bin Mughaffal Al-Muzani Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. bersabda: Antara setiap azan dan iqamat itu ada salat. Beliau mengucapkan tiga kali dan pada perkataannya yang ketiga beliau menambahkan: Bagi orang yang mau. (Shahih Muslim No.1384)

43. Salat khauf (takut)

         Hadis riwayat Ibnu Umar Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat khauf dengan salah satu kelompok sebanyak satu rakaat, dan kelompok yang lain (tidak ikut salat) bersiaga menghadap musuh. Kemudian mereka (yang belum salat) beralih menempati tempat teman-temannya (yang telah menyelesaikan salat satu rakaat bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dan satu rakaat mereka selesaikan masing-masing), gantian mereka yang menghadap musuh. Lalu mereka (yang belum salat) datang untuk salat bersama Nabi Shallallahu alaihi wassalam. satu rakaat, kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mengakhiri salatnya dengan salam. Kemudian mereka (yang baru salat satu rakaat) menyelesaikan satu rakaat lagi. (Shahih Muslim No.1385)

         Hadis riwayat Jabir bin Abdullah Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Suatu ketika aku turut melakukan salat khauf bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. Beliau membagi kami menjadi dua barisan, satu barisan berada di belakang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. sedang musuh berada di antara kami dan kiblat. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. takbir kami semua ikut takbir. Kemudian beliau rukuk, kami semua ikut rukuk. Kemudian beliau mengangkat kepalanya dari rukuk, kami semua melakukan hal yang sama. Kemudian beliau turun untuk sujud bersama barisan yang berada langsung di belakang beliau. Sementara itu barisan yang terakhir tetap berdiri menjaga musuh. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. selesai sujud, dan barisan yang di belakangnya berdiri, maka barisan yang terakhir tadi turun untuk melakukan sujud lalu mereka berdiri. Lalu barisan yang di belakang maju, dan barisan yang di depan mundur. Kemudian Nabi Shallallahu alaihi wassalam. rukuk dan kami semua ikut rukuk. Kemudian Nabi mengangkat kepalanya, kami pun mengikutinya. Sementara barisan yang tadi berada di belakang ikut turun sujud bersama beliau, barisan yang satunya lagi tetap berdiri menjaga musuh. Ketika Nabi Shallallahu alaihi wassalam. selesai sujud bersama barisan yang tepat di belakangnya, maka barisan yang di terakhir turun untuk sujud. Setelah mereka selesai sujud, Nabi Shallallahu alaihi wassalam. mengucapkan salam dan kami semua ikut salam. Jabir berkata: Seperti yang biasa dilakukan oleh para pasukan pengawal terhadap para pemimpin mereka. (Shahih Muslim No.1387)

         Hadis riwayat Sahal bin Abu Hatsmah Radhiyallahuanhu:
Bahwa Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat khauf bersama sahabat-sahabatnya. Beliau membariskan mereka di belakang belian dalam dua barisan. Bersama barisan pertama, beliau melakukan salat satu rakaat. Kemudian beliau berdiri dan terus berdiri sampai barisan yang ada di belakangnya menyelesaikan satu rakaat lagi. Kemudian mereka (yang belum salat) maju, dan barisan yang salat lebih dahulu mundur ke belakang. Lalu bersama mereka (yang belum salat), beliau salat satu rakaat. Kemudian duduk sambil menunggu mereka yang terlambat (baru mendapat satu rakaat), menyelesaikan satu rakaat lagi. Kemudian beliau salam. (Shahih Muslim No.1389)

         Hadis riwayat Jabir Radhiyallahuanhu, ia berkata:
Aku ikut bersama Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. dalam pertempuran Dzaatur riqa. Suatu saat kami berada di dekat sebuah pohon yang cukup rindang sekali. Aku persilakan beliau beristirahat di bawahnya. Lalu datanglah seorang laki-laki dari kaum musyrik. Pada waktu itu pedang Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. digantungkan di atas pohon. Laki-laki itu lalu mengambil pedang Nabi Shallallahu alaihi wassalam. dan menghunusnya. Kemudian ia bertanya kepada Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam: Apakah engkau takut kepadaku? Beliau menjawab: Tidak. Laki-laki itu bertanya: Siapa yang akan menjagamu dari aku? Beliau menjawab: Allah yang akan menjagaku darimu. Pada saat itu para sahabat Rasulullah berhasil menggertak laki-laki tersebut, sehingga akhirnya ia memasukkan pedang itu ke sarungnya dan menggantungnya ke tempatnya semula. Setelah itu terdengar suara azan salat. Beliau lalu melakukan salat dua rakaat bersama satu kelompok kemudian mereka mundur. Lalu beliau melakukan salat dua rakaat lagi bersama kelompok lainnya. Jadi Rasulullah Shallallahu alaihi wassalam. melakukan salat empat rakaat, sementara para sahabat hanya dua rakaat. (Shahih Muslim No.1391)